Connect with us

Budaya / Seni

Jalan Api, Jalan Menuju Kekasih Dipahat Desir Air Gunung

Published

on

Mitos dan Legenda Alas Pasetran Gondo Mayit by Nasirun, 200cm x 400cm , oil on canvas, 2002/Foto: Dok. blog-senirupa.blogspot.com

Mitos dan Legenda Alas Pasetran Gondo Mayit by Nasirun, 200cm x 400cm , oil on canvas, 2002/Foto: Dok. blog-senirupa.blogspot.com

Puisi Muhammad Alamsyah

JALAN MENUJU KEKASIH DIPAHAT DESIR AIR GUNUNG

Ada jalan menuju kekasih dipahat desir air gunung
Dan tapak – tapak sepi menuntunku
Irama lonceng-lonceng sapi memberi isyarat
Tentang daun-daun cemara yang basah menyimpan pesan kekasih
Mengapa ia sembunyi dari cinta yang mencari

Mungkinkah ia lesu dari setumpuk janji- janji
Jemu segudang harapan -harapan mati
Percayalah, bahwa langit tetaplah kekasih bumi
Tak meninggalkan kesetiaan gelombang pada karang
Meski serpih -serpih salju bekukan bibir penyair cinta
Namun jiwa lantang menggema rindu laksana gerhana melewati abad

Maka janganlah sembunyi kekasih
Kalaupun kau sembunyi, sembunyilah di liang-liang jantungku
Karna tanpa kumencari
Kutahu kau dalam diam menghitung cinta di lorong lorong darahku

Jumpailah aku
Meski hanya sekali
Karena syair -syairku
Kian rapuh tanpa matamu yang inspirasi

Kau bukanlah bidadari tapi manis
Beningnya air kalipun mengakui
Kaulah jiwa membawaku dalam kembara
Berkelana demi cinta yang tidak pura- pura

Maka temuilah aku May
Karena daun-daun aren yang luruh
Pun lontar yang menusuk
Perlahan basah keringat mataku

Minasa te’ne , 05 Agustus 2018

JALAN API

Sekali lagi aku berjalan pada bimbang menciptakan jalan berapi
Tapi tidak untuk ke tiga kalinya
Menyimpan harap pada penjual doa-doa keramat
Keinginan menderu jiwa
Seolah tertawan iming-iming semesta
Meracuni yakin mencurangi hakikat takdir

Makassar, 03 Maret 2018

 

Muhammad Alamsyah, lahir di Maros, 17 September 1985. Aktif menulis puisi, cerpen dan esai. Aktif dalam kegiatan seni- budaya baik skala lokal maupun nasional. Lelaki yang akrab di sapa Alam, bergabung dalam beberapa sanggar seni dan bengkel teater serta sanggar lukis di Maros, Sulawesi Selatan. Karya-karya puisinya telah banyak terbit pada berbagai media cetak dan media online. Kecintaanya terhadap seni sastra tidak membuat bakatnya dalam seni lukis terlupakan. Giat cipta lukisan -lukisan eksperimental yang abstrak natural.

Baca Juga:  Ketum GNM Padi, Dukung Langkah Hukum Berkarya Terhadap Politisi PDIP

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler