Connect with us

Mancanegara

Israel Menyembunyikan Kapal Selamnya di Teluk Persia

Published

on

Israel Menyembunyikan kapal Selam

Israel Menyembunyikan kapal Selam kelas Dolphin di Teluk Persia/Foto: timesofisrael

NUSANTARANEWS.CO – Israel menyembunyikan kapal selamnya di Teluk Persia. Angkatan Laut Israel dikabarkan telah menempatkan setidaknya dua kapal selam kelas Dolphin terbaru tersembunyi dikedalaman Teluk Persia sekarang ini. Serangan “misterius” terhadap empat kapal tanker di Teluk Oman sebulan yang lalu, dan dua kapal tangker baru-baru ini di dekat Selat Hormuz, boleh jadi adalah ulah nakal si Dolphin yang “lempar batu sembuyi tangan”.

Kapal selam kelas Dolphin Israel yang bertugas di Mediterania juga memiliki pangkalan di Eilat – sebuah kota pelabuhan di selatan Israel yang paling sibuk – sekaligus tempat wisata paling populer di ujung utara Laut Merah. Israel menyebutnya sebagai Teluk Eilat dan Yordania menyebutnya Teluk Aqaba.

Eilat adalah bagian dari Gurun Negev Selatan, di ujung selatan Arava, berbatasan dengan Mesir di selatan, kota pelabuhan Yordania Aqaba di timur, dan dalam jarak dekat dengan Arab Saudi ke tenggara, melintasi teluk.

Eilat memilik jalur pantai 10 km antara Mesir dan Yordania, dua negara Arab yang saat ini memiliki perjanjian damai dengan Israel. Menurut The London Sunday Times, Angkatan Laut Israel telah menempatkan satu kapal selam yang dilengkapi dengan submarine-launched cruise missile (SLCM) berkepala nuklir sejak 2010. Versi SLCM saat ini biasanya merupakan platform rudal jelajah darat (LACM), yang digunakan untuk menyerang target darat dengan muatan konvensional atau nuklir.

Sementara kapal selam yang berbasis di pangkalan Haifa, jalur akses ke wilayah Teluk Persia melalui Terusan Suez yang dikontrol Mesir. Menurut Konvensi Konstantinopel yang ditandatangani oleh kekuatan besar yang berkuasa saat itu termasuk Inggris, Prancis, dan Kekaisaran Ottoman pada 2 Maret 1888; “Terusan Maritim Suez akan selalu bebas dan terbuka, baik di saat perang maupun di saat damai, untuk setiap kapal dagang atau perang, tanpa membedakan bendera.”

Perjanjian Perdamaian Mesir-Israel telah memberikan kebebasan bagi kapal-kapal perang Israel untuk melalui Terusan Suez, Selat Tiran, dan Teluk Aqaba sebagai jalur perairan internasional.

Belakangan beredar kabar bahwa kapal selam Israel diam-diam berpangkalan di Bahrain. Namun kabar itu dibantah oleh komandan kepala pasukan pertahanan Bahrain, Sheikh bin Ahmad Al-Khalifa menepis isu tersebut, dan mengatakan: “Kami memandang rezim Zionis sebagai musuh dan musuh seluruh dunia Muslim. Bahrain sama sekali tidak memungkinkan pasukan militer Israel hadir di perairan territorial kami.” (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler