Connect with us

Mancanegara

Israel Dapat Bantuan Pertahanan Pengembangan Teknologi Senjata Anti Terowongan Bawah Tanah

Published

on

Israel dapat bantuan pertahanan pengembangan teknologi senjata anti-terowongan bawah tanah.

Israel dapat bantuan pertahanan pengembangan teknologi senjata anti-terowongan bawah tanah. Gambar Sistem pertahanan Iron Donme Israel/Foto: Wikipedia

NUSANTARANEWS.CO – Israel dapat bantuan pertahanan pengembangan teknologi senjata anti-terowongan bawah tanah. DPR Amerika Serikat (AS) memberikan lampu hijau untuk bantuan pertahanan rudal senilai US$ 500 juta untuk Israel. Bantuan itu dialokasikan untuk pengembangan sistem rudal Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow yang selama ini merupakan alustista Israel.

Dalam laman situs Israel Defense rincian paket tersebut antara lain: US$ 73 juta untuk pengadaan sistem pertahanan Iron Dome untuk menghadapi ancaman roket jarak pendek, US$ 177 juta untuk program Pertahanan Rudal Balistik Jangka Pendek, US$ 77 juta untuk produksi bersama Arrow 3 Sistem Tier Atas, dan US$ 173 juta untuk Program Peningkatan Sistem Arrow. Alokasi Departemen Pertahanan untuk tahun fiskal yang berakhir 30 September 2021.

Rancangan undang-undang paket bantuan itu menjelaskan secara detail bahwa dana sebesar US$500 juta itu ditujukan untuk Program Kerja Sama Israel terutama “terkait pengadaan sistem pertahanan Iron Dome yang dikembangkan demi menangkal ancaman roket jarak dekat.”

Selain itu RUU tersebut juga menjelaskan bahwa dana bantuan itu digunakan untuk program rudal pertahanan balistik jarak dekat (SRBMD) dan produksi bersama sistem rudal Arrow 3 Upper Tier di Israel dan AS.

Paket bantuan ini merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) kerja sama pertahanan antara Israel dan AS senilai US$38 miliar selama satu dekade. Bantuan untuk Israel juga termasuk US$ 4 juta untuk kolaborasi bersama dalam penelitian virus corona, US$ 6 juta untuk program kerja sama pada air dan energi.

Sebagian dari dana bantuan tersebut juga akan dialokasikan untuk kerja sama pengembangan teknologi senjata anti-terowongan bawah tanah senilai US$ 47,5 juta.

Baca Juga:  Undang 10 Negara, Kemlu Akan Adakan Diplomasi Digital

RUU ini sekarang akan diambil oleh Senat, di mana diperkirakan akan diubah sebelum disahkan. (Banyu)

Loading...

Terpopuler