Berita UtamaMancanegaraOpiniTerbaru

Israel Berikan Dukungan Intelijen Untuk Ukraina, MIG-29 Ukraina Rontok Dihajar Shahed-136

Israel Berikan Dukungan Intelijen Untuk Ukraina, MIG-29 Ukraina Rontok Dihajar Shahed-136
Israel berikan dukungan intelijen untuk Ukraina, MIG-29 Ukraina rontok dihajar Shahed-136/Foto: Mezha Media.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Setelah ledakan besar yang mengguncang Jembatan Krimea yang strategis, Rusia mulai melakukan pemboman besar-besaran ke wilayah Ukraina. Sedikitnya 83 rudal jelajah telah ditembakkan termasuk beberapa drone kamikaze.

Bahkan sejak 10 Oktober, Rusia dilaporkan mulai mengintensifkan serangan drone kamikazenya ke target-target jauh di dalam wilayah Ukraina. Gelombang serangan drone kamikaze tersebut telah membuat pertahanan udara Ukraina kewalahan.

Di tengah serangan gencar Rusia tersebut, Media Jerman Der Spiegel pun mengabarkan bahwa Jerman telah mengirim sistem pertahanan udara canggih IRIS-T SLM ke Ukraina yang terdiri dari kendaraan komando, kendaraan radar, dan truk peluncur yang mampu menembakkan delapan rudal pada hari Selasa (11/10) waktu setempat.

Sementara Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan mempecepat pengiriman sistem pertahanan udara National Advanced Surface-to-Air Missile Systems (NASAMS) nya ke Ukraina.

Bahkan dalam perkembangan mutakhir baru-baru ini, terungkap bahwa Israel pun mulai berpartisipasi aktif memberikan dukungan intelijen kepada Ukraina. Sebuah sumber dari Tel Aviv mengatakan bahwa sebuah perusahaan swasta Israel akan memberikan data intelijen strategis – terutama data satelitI terkait posisi pasukan Rusia di medan perang. Meski merupakan perusahaan swasta, namun ada kolaborasi yang baik antara agen negara dan non-negara di Israel untuk kepentingan pertahanan.

Baca Juga:  Dukungan Tokoh NU Daerah Mengalir Jelang Pemilu 2024, PPP Target Tambah Suara di Jatim

Israel tampaknya telah terprovokasi oleh semakin meningkatnya hubungan kerja sama militer Iran-Rusia belakangan ini – meskipun Israel telah berusaha untuk mempertahankan sikap seimbang dalam konflik Rusia-Ukraina.

The York Times pada 12 Oktober menerbitkan sebuah artikel yang menyebutkan bahwa Israel menyediakan data “intelijen dasar” ke Ukraina berdasar sumber seorang pejabat senior pemerintah Israel secara anonim. Dimana dengan data satelit tersebut, diharapkan pasukan Ukraina dapat melakukan serangan balasan lebih cepat.

Terlepas dari semua itu, yang perlu menjadi catatan adalah bagaimana Tel Aviv siap-siap terjerumus ke dalam konflik yang tidak bermanfaat bahkan lebih banyak kerugiannya. Karena mendukung neo-Nazi Ukraina hanya akan membuat negara Zionis tersebut menjadi kaki tangan gerakan rasis dan anti-Semit yang tentu sangat tidak menyenangkan bagi penduduk Israel.

Sebaliknya, meningkatnya ketegangan dengan Rusia hanya akan menguntungkan Iran. Sejauh ini Rusia dan Iran memiliki kepentingan yang sama di beberapa wilayah, terutama di Suriah. Sementara tindakan Israel di Ukraina tidak akan merugikan Iran sedikitpun – justeru malah semakin meningkatkan nilai pasar dan permintaan untuk drone Shahed-136 Iran.

Baca Juga:  Netizen Hujat Gegara Samakan Jokowi Dengan Firaun, PKB Bela Cak Nun

Apalagi pada 14 Oktober, seperti dilaporkan EurAsian Times bahwa, drone kamikaze Iran Shahed-136 berhasil merontokkan jet tempur MIG-29 Ukraina di dekat Vinnytsia saat dalam misi tempur menghalau gelombang serangan drone kamikaze Rusia. (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 29