Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Iran Siap Pasok BBM ke Lebanon Yang Dilanda Krisis Energi

Iran siap pasok BBM ke Lebanon.
Iran siap pasok BBM ke Lebanon/Foto: Tasnim News

NUSANTARANEWS.CO, Teheran – Iran siap pasok BBM ke Lebanon. Menteri Energi Lebanon Walid Fayad menyambut baik gagasan mengimpor bahan bakar dari Iran. Dia mengatakan Lebanon menyambut baik bantuan dari negara-negara sahabat. Pernyataan Fayad muncul menyusul pernyataan Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah yang mengatakan siap untuk mengimpor BBM dari Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Al Mayadeen, kata Sekretaris Jenderal itu mengatakan bahwa dirinya siap mengimpor bahan bakar dari Iran, namun masalahnya adalah tidak seorang pun di Lebanon yang berani melakukan ini karena takut akan sanksi Amerika, katanya.

Sementara itu, dalam sebuah cuitan di Twitter pada hari Minggu, Mohammad Sadegh Fazli, asisten menteri luar negeri Iran dan direktur jenderal departemen Asia Barat dan Afrika Utara Kementerian Luar Negeri menegaskan kembali dukungan Teheran untuk rakyat Lebanon di tengah krisis bahan bakar yang melanda negara Arab.

Baca Juga:  Lepas Jamah Haji, Bupati Baddrut Berharap Menjadi Haji Mabrur dan Mendoakan Kabupaten Pamekasan

“Sebagai salah satu produsen dan pengekspor energi utama di kawasan, Republik Islam Iran berdiri bersama rakyat Lebanon untuk membantu mereka,” cuitnya. “Teheran siap menjadi tuan rumah bagi Lebanon untuk pembicaraan tentang pasokan bahan bakar yang dibutuhkan. Kami tidak akan pernah meninggalkan teman-teman kami di hari-hari yang sulit,” tambahnya.

Seperti diketahui, Lebanon telah berbulan-bulan dilanda krisis energi yang parah baik untuk kendaraan meupun pembangkit listrik. Situasi juga diperparah dengan pemogokan terbuka di sebagian besar kantor pemerintah terkait masalah gaji yang sudah tidak mencukupi lagi terutama setelah devaluasi lira Lebanon yang parah sejak 2019 – dimana upah minimum bulanan telah turun dari setara dengan US$450 menjadi US$24 pada nilai tukar minggu lalu.

Sejauh ini, pemerintah Lebanon juga gagal menyetujui anggaran baru atau kenaikan gaji dalam bentuk apa pun.

Kantor Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Beirut, dalam laporannya memperkirakan bahwa hampir 100 persen pegawai negeri sipil bakal terkena pemutusan hubungan kerja permanen atau terputus-putus.

Baca Juga:  Pemulihan Ekonomi Global, Taiwan Excellence Week Siap Digelar di Surabaya

Di tengah krisis tersebut, duta besar baru Iran untuk Lebanon, Mojtaba Amani, yang tiba di Beirut pada hari Jumat mengatakan bahwa dirinya akan memfokuskan perhatiannya pada penguatan dan perluasan hubungan bilateral Iran-Lebanon. (Banyu)

Related Posts

1 of 2.022