Connect with us

Berita Utama

Iran Kecam ‘Pemerintah Boneka’ Afghanistan

Published

on

Iran Kecam 'Pemerintah Boneka' Afghanistan

Iran Kecam ‘Pemerintah Boneka’ Afghanistan/Foto: Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf/Foto: Tasnim News

NUSANTARANEWS.CO, Teheran – Berbicara pada sesi Parlemen pada hari Minggu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan bahwa krisis di Afghanistan disebabkan oleh “pemerintah boneka” Kabul. Ketua Parlemen itu menekankan bahwa para negarawan Afghanistan telah membuat kesalahan strategis dengan mengandalkan Amerika Serikat (AS) untuk pembangunan dan keamanan.

Qalibaf menambahkan bahwa mantan pemerintah Kabul, yang merupakan boneka AS, telah kehilangan kendali atas Afghanistan sehingga Taliban dengan mudah mengambil alih negara itu tanpa masalah sebagai akibat ketidakpuasan publik selama 20 tahun. pendudukan AS.

“Selama 20 tahun memerintah di bawah pendudukan Amerika, Afghanistan tidak membuat kemajuan nyata dalam infrastruktur ekonomi dan kesejahteraan publik, bahkan kebutuhan yang paling dasar masyarakat sipil, yaitu keamanan, belum terpenuhi di negara itu,” lanjut Qalibaf.

Lebih jauh, Qalibaf menggambarkan bahwa penarikan pasukan AS yang memalukan dari Afghanistan adalah contoh nyata dari penurunan kekuatan AS di arena internasional.

Dalam kesempatanitu, Qalibaf juga menegaskan mengenai dukungan Republik Islam untuk keinginan rakyat Afghanistan dalam melawan kemungkinan upaya kekuatan asing untuk mengobarkan ketidakamanan dan stabilitas.

Terpisah, dalam sambutannya pada 28 Agustus, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei mengecam peran kebijakan luar negeri AS dalam menciptakan ketegangan di Afghanistan, dengan mengatakan, “Di balik layar kebijakan luar negeri AS terdapat serigala pemangsa yang terkadang berubah menjadi rubah yang licik. Situasi hari ini di Afghanistan adalah contohnya.”

“Afghanistan adalah negara saudara kita, dengan bahasa, agama, dan budaya yang sama. Sumber dari semua krisis di Afghanistan adalah AS. AS melakukan segala macam kekejaman selama 20 tahun pendudukan mereka di negara itu. Mereka tidak mengambil satu langkah pun untuk perkembangan Afghanistan.”

Baca Juga:  Ini Kata Presiden Cina Kepada Jokowi di Beijing

Ayatullah Khamenei lebih lanjut mengatakan: “Kami mendukung bangsa Afghanistan. Pemerintah datang dan pergi. Tetapi bangsa Afghanistan akan tetap ada. Sifat hubungan kita dengan pemerintah lain tergantung pada sifat hubungan mereka dengan kita. Semoga Tuhan membawa situasi terbaik bagi bangsa Afghanistan.” (TN/Banyu)

Loading...

Terpopuler