Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Irak Siap Melanjutkan Putaran Keenam Pertemuan Iran-Arab Saudi

 

Irak siap melanjutkan putaran keempat pertemuan Iran-Arab Saudi
Irak siap melanjutkan putaran keenam pertemuan Iran-Arab Saudi/Pjs. Perdana menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi saat melakukan kunjungan ke Teheran dalam rangka menghidupkan kembali mediasi antara Arab Saudi dan Iran pada 26 Juni lalu/Foto: middleeast online.com.

NUSANTARANEWS.CO, Baghdad – Irak dilaporkan siap menjadi tuan rumah putaran keenam untuk membuka jalan bagi kelanjutan diplomasi damai antara Iran dan Arab Saudi, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu tanpa rincian lebih lanjut.

Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein mengungkapkan perkembangan tersebut selama sambutannya di sebuah forum diplomatik di Antalya di pantai selatan Turki yang dikutip oleh media lokal dan seorang juru bicara kementerian luar negeri mengkonfirmasi komentar tersebut kepada Reuters.

Pembukaan saluran langsung antara Iran dan Arab Saudi diharapkan dapat meredakan ketegangan di kawasan regional Timur Tengah yang suhunya terus meningkat belakangan ini, terutama dengan agresi militer Israel terhadap Palestina dan Suriah yang terus berlanjut tanpa adanya sikap dari PBB.

Baca Juga:  Kakankemenag Banda Aceh Lantik 5 Ka. TU Madrasah, H. Abrar Zym: Patuhi Undang-Undang dan Regulasi

Hubungan diplomatik Teheran-Riyadh memburuk dan terputus sejak Januari 2016, ketika Riyadh mengeksekusi seorang ulama Syiah terkemuka Sheikh Nimr al-Nimr, seorang kritikus vokal monarki Saudi yang membuat orang-orang Iran marah dan melancarkan unjuk rasa terhadap kedubes Saudi di Teheran.

Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, Menlu Hussein menyampaikan mengenai kesiapan pemerintah Irak untuk menjadi tuan rumah dimulainya kembali negosiasi politik antara Iran dan Arab Saudi di Baghdad.

Hussein berharap dalam putaran kali ini, Iran dan Arab Saudi dapat membuat terobosan positif dan membuka kembali hubungan diplomatik kedua negara yang terputus. Kedua diplomat senior itu juga berbicara mengenai perluasan hubungan bilateral Iran dan Irak serta perkembangan regional terbaru.

Amirabdollahian juga mengucapkan terima kasih kepada Irak atas peran konstruktifnya dalam mendorong mediasi pembicaraan antara Iran dan Arab Saudi, dan menyambut baik rencana pembukaan kembali. kedutaan besar Iran di Arab Saudi.

Baca Juga:  Kakankemenag Tinjau Seleksi KSMO 246 Siswa Madrasah di MTsN 1 Banda Aceh

Sejauh ini, upaya diplomasi kedua negara untuk meredakan ketegangan telah berlangsung dalam lima putaran selama bertahun-tahun di Baghdad. Arab Saudi yang mulai keteteran dalam Perang Yaman – terutama menghadapi perlawanan Houthi yang didukung Iran – mencoba mengakhiri perangnya yang telah melahirkan bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Selain itu, Iran dan Arab Saudi juga terlibat mendukung pihak yang berlawanan dalam konflik di Suriah, Irak dan di tempat lain di Timur Tengah. Sedangkan Irak yang berbatasan langsung dengan Iran dan Arab Saudi kerap terjebak di tengah perang proksi kedua negara. (Banyu)

Related Posts

1 of 2.028