Connect with us

Ekonomi

Ipong Optimis UMKM di Ponorogo Bangkit Saat Pandemi Covid-19

Published

on

Ipong optimis UMKM di Ponorogo bangkit saat pandemi Covid-19.

Ipong optimis UMKM di Ponorogo bangkit saat pandemi Covid-19. Ipong Muchlissoni saat menyambangi UMKM Kerupuk Bu Ikah di Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Selasa (13/10).

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Ipong optimis UMKM di Ponorogo bangkit saat pandemi Covid-19. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu primadona di dalam dunia usaha saat ini.  Menurut calon bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, UMKM ini merupakan sektor usaha yang tahan terhadap krisis ekonomi.

“Terbukti pada tahun 1998, UMKM terbukti tangguh dan dapat bertahan dibandingkan usaha besar dan korporasi,” ujar Ipong Muchlissoni saat menyambangi UMKM Kerupuk Bu Ikah di Desa Wates dan Jenang Bu Mun di Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Selasa (13/10).

Dari data Badan Pusat Statistik 2008, jumlah UMKM mampu memberikan kontribusi pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Nasional sebesar 52,7 persen, atau sekitar Rp 2.609,4 triliun dari total PDB Rp 4.954 triliun. Sektor UKM juga mampu menyerap tenaga kerja 90,9 juta orang atau 94,4 persen dari total tenaga kerja nasional.

Disela-sela silaturahmi politik itu, Ipong menyampaikan kemajuan sektor UMKM di Kabupaten Ponorogo tidak terlepas dari sektor perekonomiannya di bidang pertanian dan sektor pariwisata yang menawarkan peluang pasar yang besar. “Kunjungan wisatawan mampu menggerakan sektor perekonomian Kabupaten Ponorogo, salah satu sektor perekonomian yang memiliki peluang besar adalah UMKM yang menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Ponorogo seperti Jenang yang terkenal akan kelezatan rasanya, kerupuk dan Batik yang terkenal akan kualitas dan motif batik Khas Ponorogo yang unik,” tambahnya.

Menurut Ipong Muchlissoni, kotanya memiliki daya beli tinggi, UMKM mempunyai prospek besar untuk berkembang. Selain itu, produk lokal Ponorogo diharapnya dapat dipasarkan di daerah lain asalkan daerah tersebut tidak membuat produk yang sejenis. “Program One Village One Product yang kita mulai sejak tahun 2016 membuat Ponorogo tidak kekurangan produk lokal,” ujarnya.

Baca Juga:  Revisi UU KPK, LPBHNU Persilahkan Rakyat Tempuh Jalur Hukum Bukan Malah Demo di Jalanan

Saat ini pun Ipong juga selalu mendorong pelaku UMKM Ponorogo meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. “Ponorogo adalah kota yang daya beli masyarakatnya tinggi. Jumlah warung kopi di Ponorogo itu mencapai sekitar 3.700, yang model cafe sekitar 100. Ini merupakan peluang besar untuk pelaku UMKM termasuk usaha membuat Jenang ini,” terangnya.

Pria yang diusung Nasdem, PKB, Demokrat, Gerindra, Golkar, dan PKS dalam Pilkada Ponorogo berharap semua pihak bersinergi untuk membuat pasar bagi produk-produk unggulan UMKM, sehingga UMKM semakin kuat dan semakin jaya. “Karena UMKM, disamping bagian dari pemberdayaan ekonomi rakyat, paling kuat bertahan terhadap goncangan ekonomi global,” jelasnya.

Menurut Ipong, UMKM menjadi salah satu dari elemen masyarakat yang merasakan dampak dari adanya Pandemi Covid-19 saat ini. “Meski begitu jangan sampai lengah dan menyerah untuk para pelaku UMKM. Mari bersama-sama kita ciptakan peluang usaha yang lebih menjanjikan untuk pengembangan UMKM kedepannya,” tandasnya.

Ipong yang juga Ketua Bappilu DPW Partai Nasdem Jatim mengajak semua pihak mendukung UMKM lokal sekaligus mempromosikan Ponorogo melalui strategi yang keren. “Mari kita ubah tantangan pandemi menjadi peluang dalam memanfaatkan dan mendukung UMKM sebagai kunci pendorong bangkitnya ekonomi daerah. Dan bersama-sama kita ciptakan peluang usaha yang lebih menjanjikan untuk pengembangan UMKM kedepannya,” tukasnya. (Muh Nurcholis)

Loading...

Terpopuler