Connect with us

Rubrika

Intoleransi Mulai Dirasakan Masyarakat, Media Mainstream Diminta Tak Bergaya Medsos

Published

on

penyelenggara negara, peran media, media kontrol sosial, media kontrol sistem, birokrasi negara, kontrol media, urgensitas media, rezim demokrasi, nusantaranews

ILUSTRASI – Media massa. (Foto: Ist)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Intoleransi mulai dirasakan masyarakat, media mainstream diminta tak bergaya medsos.

Pakar Multimedia, Roy Suryo mengatakan intoleransi diakui atau tidak mulai dirasakan di ranah masyarakat. Bahkan, situasi tersebut diperparah dengan kebebasan absolut media sosial di era keterbukaan liberal saat ini.

“Intoleransi, diakui atau tidak mulai dirasakan di masyarakat. Situasi sekarang diperparah dengan kebebasan absolut media sosial di era keterbukaan liberal,” ujar Roy usai Live di Studio Pro-3 RRI, Gedung RRI Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Bicara soal topik Toleransi dan Upaya Media Massa Membangun Kebersamaan dalam Keberagaman, Roy berharap intoleransi yang mulai dirasakan masyarakat dapat diantisipasi dan disadari.

Menurutnya, intoleransi yang mulai dirasakan masyarakat semakin diperparah dengan aparat yang dirasakan oleh sebagian masyarakat kurang obyektif alias tebang pilih.

“Media mainstream sebagai The Fourth Stage of Communication seharusnya bisa bersifat katalisator, bukan malah bergaya medsos,” kata Roy.

“Semoga masyarakat segera sadar bahwa kondisi ini tidak bagus untuk keberagaman Indonesia yang sebenarnya sudah baik dan toleran antar sesama,” lanjut politisi Partai Demokrat ini. (eda)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler