Connect with us

Ekonomi

Intensifkan Pungutan Pajak, Operasi Kendaraan Terus Digenjot

Published

on

Operasi Kendaraan Untuk Meningkatkan Pungutan Pajak di Purwakarta (Foto Nusantaranews.co Fuljo)

NUSANTARANEWS.CO, Purwakarta – Untuk memaksimalkan wajib pajak kendaraaan, pihak kantor Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah (CPPD) Purwakarta menggelar operasi terpadu tertib kendaraan roda dua dan empat dalam rangka mengintensifkan pungutan pajak.

“Pada triwulan I 2018, data penunggak pajak sebanyak 17.2768 kendaraan. Kita optimis sebanyak 27.8024 wajib pajak bisa tercapai,” kata Bagian Pendataaan Wajib Pajak Bapenda (Badan Pendapatan Daerah), Dandan Sulaksana saat di lokasi kegiatan operasi gabungan di depan Kantor Bulog Sadang, Purwakarta, pada Jumat (2/3/2018).

Kegiatan operasi terpadu ini digelar dari tanggal 22 Februari hingga 10 Maret 2018 medatang. Dalam setahun giat rutinan ini diadakan sebanyak empat kali. “Ini rutin digelorakan dalam pertahun sebanyak empat kali. Jadi dari triwulan 1 sampai 4 triwulan,” ungkap Dandan

Dalam operasi giat pajak ini pihaknya lebih memfokuskan pada kendaraan roda empat dari pada roda dua dengan alasan lebih mengejar wajib pajak yang besar. “Bandinganya satu kendaraan roda empat hasilnya lebih besar yakni 4 kendaraan roda dua,” ujarnya.

Baca Juga:
Amnesti Wajib Pajak Profesi Dokter Banyak Yang Mangkir
Tax Amnesty, Sebanyak 95 Persen Rumah Sakit Belum Laporkan Wajib Pajak
Masih 200 Wajib Pajak ‘Besar’ Belum Ikut Tax Amnesty

Pantauan media di lapangan operasi terpadu, terlihat kondusif warga yang terkena razia secara kooperatif mengantri untuk bayar pajak langsung di loket pelayanan Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) yang sudah disediakan.

“Mudah-mudahan dengan adanya wajib pajak yang telah tertib membayar pajak secara rutin berdampak besar bagi pembangunan. Khususnya di Purwakarta, umumnya di Jabar,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini pihak kantor CPPD dibantu pihak Satlantas Purwakarta, Dishub, CPM, Organda (Organisasi Angkutan Darat) dan TNI.

Baca Juga:  Jokowi Prihatin Tarif STNK, DPR Sebut Itu Lucu dan Memalukan

Pewarta: Fuljo
Editor: Romadhon

Terpopuler