Connect with us

Mancanegara

Insiden Teluk Tonkin Membayangi Teluk Persia

Published

on

Insiden Teluk Tonkin

 

Insiden Teluk Tonkin Membayangi Teluk Persia

NUSANTARANEWS.CO – Apakah “Insiden Teluk Tonkin” akan terulang di Teluk Persia? Sebuah “insiden palsu” yang memicu terjadinya Perang Vietnam pada tahun 1964. Perang yang mengakibatkan sedikitnya 2.000.000 orang di Vietnam terbunuh, dan ratusan ribu, mungkin jutaan pula di Laos dan Kamboja. Sementara 55.000 tentara AS dilaporkan tewas.

Bagaimana insiden Teluk Tonkin itu terjadi? Untuk itu, mari kita kilas balik melihat peristwa lebih dari setengah abad yang lalu tersebut.

Pada 2 Agustus 1964, ketika kapal destroyer Amerika USS Maddox sedang menjalankan misi patroli sekaligsus pengintaian ke Teluk Tonkin di lepas pantai Vietnam Utara – yang sebetulnya illegal – tertangkap oleh radar lawan. Posisi Maddox sendiri saat itu hanya berjarak sekitar 45 Km dari garis pantai. Mengetahui kapal perang AS tersebut melanggar wilayah teritori mereka, dengan cepat pasukan keamanan Vietnam Utara segera meluncurkan tiga unit kapal torpedo untuk menyergap USS Maddox.

Loading...

USS Maddox langsung siaga penuh setelah melihat kedatangan tiga kapal torpedo yang meluncur dengan cepat ke arah mereka. Kapten Herrick, Komandan USS Maddox, lalu memberi perintah awak kapalnya untuk menembak dengan Naval Gun 127mm ke arah tiga kapal torpedo Vietnam Utara tersebut.

Selama insiden, USS Maddox melaporkan bahwa kapal mereka telah diserang oleh tiga kapal torpedo Vietnam Utara. Maddox kemudian balas menembak, dan satu kapal Vietnam berhasil ditenggelamkan.

Presiden AS Lyndon B Johnson yang mendapat kabar ini memilih bungkam dan malah tetap memerintahkan dilakukannya misi pengintaian lagi di teluk Tonkin.

Pada 4 Agustus 1964 USS Maddox dan USS Turner Joy kembali melaksanakan misi “patroli” bersama yang hanya berjarak 18 km dari garis pantai Vietnam Utara. Saat itu, cuaca sedang memburuk.

Baca Juga:  Kemhan Bersinergi Dengan Komisi I Lakukan Sosialisasi Bela Negara di Jakarta

Tiba-tiba suasana menjadi mencekam tatkala kapal-kapal torpedo Vietnam Utara menembakkan torpedo ke arah USS Maddox dan Turner Joy.

Kepanikan melanda para awak kapal, mereka segera melakukan manuver menghindar sembari membalas serangan torpedo kapal Vietnam Utara.

Laporan serangan torpedo itu sampai ke telinga Presien Johnson dan kali ini Johson marah. Presiden kemudian mengeluarkan perintah eksekutif kepada US Air Force dan US Navy untuk menjalankan operasi “Pierre Arran” yakni serangan kilat ke pangkalan kapal-kapal torpedo Vietnam Utara.

Bagi Washinton, insiden ini dipandang sebagai serangan terhadap AS – meski sebetulnya hanya “alarm palsu”. Namun beberapa hari kemudian, Kongres meloloskan “Resolusi Teluk Tonkin” yang memberi wewenang kepada Presiden Johnson untuk melawan agresi (yang tidak ada) oleh Vietnam Utara.

Sebelum resolusi itu disahkan, Johnson dan para pejabat Gedung Putih sebetulnya sudah mengetahui bahwa tidak ada serangan. Namun presiden Johnson tidak bersimpati kepada kesalahan peralatan. Beberapa hari setelah serangan kedua, Johnson sempat berujar kepada seorang ajudan: “Ya ampun, para awak kapal bodoh itu hanya menembak ikan terbang.”

Sebetulnya dalam 24 jam, kebohongan insiden Teluk Tonkin sudah terungkap – namun kenyataan itu disembunyikan dari publik, bahkan bertahun-tahun kemudian.

Apa yang terjadi dengan Maddox sebenarnya? Dua hari berselang, USS Maddox dan USS C. Turner Joy, kembali menjalankan misi patroli di Teluk Tonkin, meski cuaca memburuk. Tiba-tiba Instrumen radar Maddox menunjukkan bahwa kapal sedang diserang.

Kepanikan melanda para awak kapal, mereka segera melakukan manuver menghindar sembari membalas serangan torpedo kapal Vietnam Utara.

Dua puluh empat jam kemudian, kapten kapal USS Maddox baru menyadari bahwa tidak ada serangan. Demikian pula laporan pilot jet Crusader, James B. Stockdale, yang melakukan penerbangan pengintaian di atas teluk malam itu – ketika ditanya apakah dia melihat ada kapal serang Vietnam Utara? Stockdale dengan tegas menjawab, “Tidak ada. Tidak ada kapal. Tidak ada yang lain kecuali laut hitam dan kapal perang Amerika. (Agus Setiawan)

Baca Juga:  Siapakah Robertus Robet? Ini Fakta-Fakta Tentang Dosen UNJ itu
Loading...

Terpopuler