Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Insiden Kegagalan Komunikasi Navigasi Drone Laut Amerika di Teluk Persia

Insiden kegagalan komunikasi navigasi drone laut Amerika di Teluk Persia.
Foto: Kapal permukaan tak berawak Saildrone Explorer dan kapal tempur pesisir USS Sioux City (LCS 11) berlayar di Teluk Arab, 26 Juni/Angkatan Laut AS.

NUSANTARANEWS.CO, Teheran – Angkatan Laut Islamic Revolution Guards Corps (IRGC) atau Korps Pengawal Revolusi Islam mengatakan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah merilis kisah epik bergaya Hollywood untuk mendistorsi insiden kapal tak berawaknya di Teluk Persia – karena kegagalan komunikasi navigasi.

Seperti diberitakan, pada hari Selasa (30/8) Angkatan Laut IRGC telah mengamankan sebuah kapal tak berawak Angkatan Laut AS di Teluk Persia yang mengalami kegagalan komunikasi navigasi sebagai langkah untuk mengamankan rute pelayaran dan mencegah kecelakaan, karena beberapa kasus insiden semacam itu telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Langkah tepat waktu Angkatan Laut IRGC untuk mengendalikan dan menderek kapal AS itulah yang kemudian didistorsi oleh media mainstream Barat.

Kisah epiknya dimulai ketika Shahid Baziar kapal perang IRGC sedang mengamankan sebuah kapal tak berawak laut AS Saildrone Explorer dan mencoba menariknya – namun USS Thunderbolt, kapal patroli pantai Angkatan Laut serta helikopter MH-60 Seahawk langsung bergerak membayangi Shahid Baziar dalam jarak dekat.

Baca Juga:  Rampas 50.680 Batang Rokok Ilegal, Pemkab Sumenep Harap Distributor Jera

Angkatan Laut AS kemudian mengontak Shahid Baziar melalui radio untuk mengidentifikasi kapal tak berawak itu milik AS yang sedang beroperasi di perairan internasional dan mengancam akan mengambil tindakan yang diperlukan jika Saildrone Explorer tidak dilepaskan.

insiden berakhir dengan damai setelah pasukan AS mendekat dan awak kapal Angkatan Laut IRGC melepaskan tali derek dan meninggalkan daerah itu.

Fakta di lapangan adalah setelah sebuah kapal perusak AS datang ke zona tersebut, lalu diberi pengarahan tentang peraturan keamanan dan proses navigasi yang aman. Usai pengarahan drone laut itu kemudian dilepaskan oleh Angkatan Laut IRGC.

Sekedar informasi, dalam beberapa pekan terakhir, banyak kapal tak berawak AS telah dikerahkan ke perairan internasional dan jalur pelayaran internasional dari Bahrain tanpa mematuhi protokol sehingga dapat menimbulkan kecelakaan laut yang tidak terduga karena terputusnya sistem komunikasi navigasinya. Dan sejauh ini belum jelas apa maksud dan tujuan dari penyebaran drone laut tersebut di rute pelayaran oleh Armada Ke-V AS. (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 8