Connect with us

Politik

Inovator Menagih Perlindungan Pemerintah, Bukan Malah Ditakuti Penjara

Published

on

Kiri ke kanan: Moderator Pangeran Ahmad Nurdin, Peneliti Teknologi Energi dari ITB Yazid Bindar, Pengamat Ekonomi Faisal Basri, Pakar Hukum dari UI Erman Rajagukguk dalam sebuah diskusi bertajuk ??Melawan Kriminalisasi Kebijakan?? yang digelar di kantor MMD initiative, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017)/Foto: Dok. Sindonews
Kiri ke kanan: Moderator Pangeran Ahmad Nurdin, Peneliti Teknologi Energi dari ITB Yazid Bindar, Pengamat Ekonomi Faisal Basri, Pakar Hukum dari UI Erman Rajagukguk dalam sebuah diskusi bertajuk ??Melawan Kriminalisasi Kebijakan?? yang digelar di kantor MMD initiative, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017)/Foto: Dok. Sindonews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pakar Tekhnologi dari Institut Tekhnologi Bandung (ITB) Yazid Bindar menegatakan peningkatan pemberdayaan negara bergantung besar pada para inovator. Sebaliknya, para inovator membutuhkan perlindungan pemerintah dalam mencanangkan karyanya.

Yazid menocontohkan adanya potensi baik dari inovasi mobil listrik yang sempat diinisiasi mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersama inovator Dasep Ahmadi. Namun, kata Yazid, bukannya mendapatkan perlindungan dalam merealisasikan karyanya justru inovasi itu justru berujung pada jeratan hukum para penggagasnya.

‎”Inovasi ini direction dari pemimpin, dia yang melihat masa depan, jadi kalau kita lihat basisnya inovasi, dan produk, maka impactnya‎ akan positif bagi pembangunan,” ujar Yazid saat diskusi ‘menolak kriminalisasi kebijakan’ di Kantor MMD Initiative, jalan Dempo, Menteng, Jakarta, Jumat (10/3/2017).

Yazid menyampaikan inovasi mobil listrik sebenarnya menghadirkan sambutan positif dari masyarakat dan para akademisi.

Ia menyayangkan tiadanya keterpanggilan pewerintah menyokong para inovator yang sesungguhnya berpandangan demi kemajuan bangsa.

‎”Mobil listrik yang ada belum selesai sudah dimatikan, makanya visi pemimpin, sumberdaya dan anggaran harusnya mendukung. Komersialisasi tidak berhasil‎ karena tidak ada dukungan dari penguasa,” ungkapnya.

Reporter: Ahmad Hatiem

Loading...

Terpopuler