Connect with us

Ekonomi

Inovasi Pelayanan Publik di Jakarta Tak Pernah Berhenti

Published

on

pemprov dki jakarta, pelayanan publik, dpmptsp dki, penanaman modal, ptsp, sivonik, umkm, ukm dki jakarta, program ok oce, nusantara, nusantara news, nusantaranews

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen amanah, dedikasi sepenuh hati dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima di Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, JakartaPemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen amanah, dedikasi sepenuh hati dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima di Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta menghadirkan inovasi tiada henti dengan Multi Channel Public Service Delivery dalam urusan pemerintah bidang penanaman modal dan penyelenggaraan pelayanan perizinan/non perizinan.

Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi mengatakan terus melakukan pembaharuan guna mendukung peningkatan pelayanan publik secara optimal.

“Inovasi yang dilakukan oleh DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta diselenggarakan berdasarkan prinsip peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas dan perbaikan kualitas layanan guna mendukung peningkatan pelayanan publik secara optimal,” ujar Edy yang ditemui di Mal Pelayanan Publik, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (8/10).

DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta memiliki berbagai inovasi, salah satunya PTSP Goes To Mall, yaitu sinergi antara Pemerintah dan Pelaku Usaha melalui pendekatan layanan dan kemudahan kepada masyarakat dengan hadir di pusat-pusat kegiatan masyarakat salah satunya di Pusat Perbelanjaan atau Mall.

Inovasi layanan ini masuk dalam jajaran TOP 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kementerian PAN dan RB Republik Indonesia yang saat ini sedang dilakukan penilaian menuju TOP 40, PTSP Goes To Mall dilakukan secara berkesinambungan dan masif. Saat ini tercatat 33 pusat perbelanjaan atau Mall telah dijadwalkan pelaksanaan PTSP Goes To Mall sepanjang tahun 2018. Bahkan inovasi ini telah diperluas dengan menghadirkan kegiatan serupa di Rumah Sakit (PTSP Goes To Hospital) dan Pasar-pasar (PTSP Goes To Market).

Loading...

“PTSP Goes To Mall kita kembangkan dengan mengadakan kegiatan serupa di Rumah Sakit dan pasar-pasar di wilayah Jakarta, dengan tujuan utama mendekatkan dan memudahkan pelayanan perizinan dan non perizinan bagi warga Ibukota,” ujar Edy.

Edy menambahkan keberhasilan inovasi layanan PTSP Goes To Mall tidak terlepas dari sinergi yang dibangun antara Pemerintah, Pelaku Usaha, Masyarakat dan Media. Sinergitas tersebut dikembangkan secara efektif dan efisien dalam kerangka mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan Pelayanan Publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing Daerah. PTSP Goes To Mall yang dilakukan saat ini di Jakarta bukan hanya menghadirkan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, tetapi juga berhasil mengajak instansi-instansi lain untuk bersama hadir di tengah-tengah masyarakat dengan mendekatkan layanan dan memberikan kemudahan.

Baca Juga:  Gerakan Indonesia Bersih Dorong Gubernur Kaltara Ajak Masyarakat Tangani Sampah

“PTSP Goes To Mall merupakan inovasi yang lahir dengan penggabungan konsep sinergitas dan komunikasi masyarakat guna mewujudkan keterlibatan seluruh pihak dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima di Jakarta,” katanya.

Perluasan PTSP Goes To Mall

PTSP Goes To Mall yang dilakukan di Pejaten Village beberapa waktu lalu hadir dengan menggandeng Suku Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Sudin KUKMP) Kota Administrasi Jakarta Selatan, Bank DKI, BPJS Ketenagakerjaan dan Tim Pendamping OK OCE. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan layanan dan pemberian informasi secara menyeluruh bagi para pengusaha Mikro dan Kecil dalam mengembangkan usahanya di Jakarta.

“PTSP Goes To Mall Pejaten Village hadir dengan tujuan memberikan pendampingan dan informasi yang menyeluruh terkait Usaha Mikro dan Kecil di wilayah Jakarta, diharapkan masyarakat dapat tergerak untuk menciptakan lapangan pekerjaan dimulai dengan mendirikan usaha Mikro dan Kecil,” ujar Kepala Unit Pelaksana PTSP Kelurahan Pasar Minggu, Roy Indra Kresna L Tobing.

Roy menambahkan, pengunjung dapat memahami informasi secara menyeluruh mulai dari bagaimana mendirikan usaha mikro kecil dan peluang usahanya yang akan dipandu oleh Sudin KUKMP dan Tim Pendamping OK OCE, bagaimana mengurus perizinan/non perizinan yang dibutuhkan, serta bagaimana saat usahanya berlangsung dan membutuhkan modal usaha dari Bank DKI atau kewajibannya dalam mendaftarkan para pekerjanya dalam program asuransi kesehatan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain upaya peningkatan kualitas layanan, PTSP Goes To Mall juga hadir sebagai sarana komunikasi yang efektif dan efisien antara Pemerintah dan Masyarakat. Hal ini terjadi di PTSP Goes To Mall Plaza Indonesia, banyaknya permintaan pengunjung terkait informasi perizinan usaha sektor jasa usaha makanan, DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta melakukan sinergi dengan Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dan Lembaga Sertifikasi Profesi Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan (LSP JMKP).

Baca Juga:  Politikus Ini Setuju Sekolah Parlemen

“PTSP Goes To Mall Plaza Indonesia berhasil memenuhi permintaan masyarakat dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan terkait perizinan usaha sektor jasa usaha makanan, salah satunya Setifikat Layak Sehat (SLS) yang membutuhkan persyaratan izin dari berbagai instansi,” jelas Kepala Unit Pelaksana PTSP Kecamatan Menteng, Mindo Romauli S.

Mindo menambahkan PTSP Goes To Mall Plaza Indonesia merupakan cerminan pengawalan proses perizinan dari mulai proses masuknya persyaratan sampai dengan izin selesai diterbitkan (end to end). Seringkali pelaku usaha sektor jasa usaha makanan kesulitan untuk melakukan perizinan usaha dikarenakan minimnya informasi terkait dokumen persyaratan yang dibutuhkan, terlebih yang harus didapatkan melalui lintas instansi.

Selain itu SLS menjadi perizinan kunci yang dibutuhkan saat akan mengajukan perizinan lanjutan pada Tanda Daftar Usaha Pariwisata sektor Jasa Usaha Makanan dan Perizinan Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Lain halnya Pejaten Village dan Plaza Indonesia, PTSP Goes To Mall diperluas cakupannya sampai ke Pasar Tradisional yang bertajuk PTSP Goes To Market yang dilakukan di Pasar Kramat Jati, Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Grosir Cilitan (PGC). DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta hadir melalui UP PTSP Kelurahan se-Kecamatan Kramat Jati bersinergi dengan Pengelola pasar dan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) guna memberikan dukungan nyata terhadap penciptaan iklim usaha yang kondusif sekaligus menyediakan lingkungan yang mampu mendorong pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) secara sistematik, mandiri dan berkelanjutan.

“Kami memahami bahwa bagi para pelaku usaha, waktu adalah uang, untuk itu kami hadir langsung ke pasar-pasar untuk melakukan sosialisasi terkait perizinan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), memproses perizinan serta menyerahkan langsung IUMK kepada para pelaku usaha,” ujar Kepala Unit Pelaksana PTSP Kecamatan Kramat Jati, Rusyadi S.

Perizinan UMKM menjadi Fokus DPMPTSP

Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa arah kebijakan perangkat daerah yang dipimpinnya saat ini sedang diarahkan untuk menarik minat para Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendirikan usaha dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya di Jakarta. Untuk itu DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta melalui PTSP Goes To Mall melakukan pendekatan dan kemudahan layanan kepada para pelaku usaha tersebut.

Baca Juga:  Kelana Pimpin Pembentukan Relawan Jokowi di Ponorogo

“Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Jakarta. Untuk itu kami melakukan komunikasi yang efektif kepada para pelaku usaha dengan mendekatkan dan memberikan kemudahan layanan perizinan/non perizinan,” katanya.

Edy menambahkan, seluruh inovasi layanan yang dilakukan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta telah membuahkan hasil yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan perizinan usaha bidang UMKM di wilayah Jakarta, khususnya Usaha Mikro dan Kecil. Periode Januari sampai dengan awal Oktober 2018, tercatat 14.799 Izin Kategori Usaha Mikro dan Kecil berhasil diterbitkan dengan 11.726 diantaranya Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Mikro dan SIUP Kecil serta 3.073 merupakan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).

“IUMK menjadi primadona perizinan usaha di Tingkat Kelurahan, jumlahnya terus mengalami peningkatan, ini merupakan hasil atas gencarnya inovasi layanan yang telah dilakukan secara berkesinambungan dan masif, tercatat 3.073 IUMK berhasil diterbitkan,” papar Edy.

Edy menjelaskan, dari 3.073 IUMK berhasil memberikan lapangan pekerjaan kepada 6.092 Tenaga Kerja dengan Total Investasi sebesar Rp 66,48 Miliar. Sementara itu 59% dari Total IUMK yang telah diterbitkan atau sebanyak 1.811 IUMK merupakan milik Pengusaha Mikro dan Kecil yang tergabung dalam gerakan OK OCE.

Sebagaimana diketahui berdasarkan data pemerintah, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. UMKM memiliki proporsi sebesar 99,99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia atau sebanyak 56,54 juta unit. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah telah mampu membuktikan eksistensinya dalam perekonomian di Indonesia.

Ketika badai krisis moneter melanda Indonesia di tahun 1998, usaha berskala kecil dan menengah yang relatif mampu bertahan dibandingkan perusahaan besar. Karena mayoritas usaha berskala kecil tidak terlalu tergantung pada modal besar atau pinjaman dari luar dalam mata uang asing. Sehingga, ketika ada fluktuasi nilai tukar, perusahaan berskala besar yang secara umum selalu berurusan dengan mata uang asing adalah yang paling berpotensi mengalami imbas krisis.

(gdn/nvh)

Editor: Gendon Wibisono

Loading...

Terpopuler