Connect with us

Peristiwa

Inilah Prinsip-Prinsip Ideal Rujukan Pesta Demokrasi

Published

on

Seminar Nasional dengan tema "Konsolidasi Demokrasi Indonesia Yang Berkeadaban Dalam Perspektif Pemuda Islam" oleh MPII/Foto: Dok. MPII
Seminar Nasional dengan tema "Konsolidasi Demokrasi Indonesia Yang Berkeadaban Dalam Perspektif Pemuda Islam" oleh MPII/Foto: Dok. MPII

NUSANTARANEWS.CO – Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) menggelar Seminar Nasonal bertajuk “Konsolidasi Demokrasi Indonesia Yang Berkeadaban Dalam Perspektif Pemuda Islam”. Dalam acara ini selain untuk merespon berbagai fenomena mutakhir, khususnya di bidang polirik, juga bertujuan untuk meningkatkan inteletualitas para pemuda Indonesia.

Sekretaris Jenderal Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII), Faizi menyampaikan beberapa hal terkai pesta demokrasi di Indonesia.

“MPPI menyadari bahwa mekanisme dan pelaksanaan pesta demokrasi harus merujuk kepada prinsip kebangsaan, utamanya prinsip pancasila. Demokrasi pancasila adalah prinsip ketuhanan yang dalam aplikasinya ialah jangan sampai nilai agama terciderai oleh kepentingan jangka pendek, terangnya saat sambutan dalam acara tersebut di Aula MUI lantai 4, Jl. Proklamasi No. 51 Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Prinsip kedua, lanjut Faizi, kemanusiaan. Di dalam prinsi kedua ini tidak ada pertentangan prinsipnya. Semua manusia Indonesia memiliki hak dan mendapat jaminan yang sama di bumi Indonesia. UUD menjaminnya.

“Ketiga, prinsip kesatuan. Integrasi nasional harus diutamakan. Tidak boleh ada diskriminasi dana anarkisme. Segala bentuk disintegrasi bangsa harus kita cegah dan tolak,” imbuh Fiazi.

Selanjutnya, kata pria alumnus kampus putih itu, prinsip keadilanm sosial. Pesta demokrasi mestinya bisa mempertipis kesenjangan dan ketimpangan sosial.

“Yang perlu kita pahami bersama, demokrasi yang kita inginkan adalah demokrasi yang sejuk, ramah, dan maslahah. Namun yang terjadi di lapangan adalah banyak yang menyebabkan perpecahan, pertikaian, disintegrasi, dll. Anasir-anasir negatif seperti itu harus kita luruskan,” kata Faizi menutup sambutannya.

Hadir sebagai pembicara yaitu Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Wasekjen GP Ansor, Maksil Munir, dan Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi. (Maman)

Loading...
Baca Juga:  Pesta Demokrasi DKI, JPPR: Libur untuk Memilih, Bukan Libur untuk Liburan

Terpopuler