Connect with us

Ekonomi

Ini Proyek-proyek di Indonesia yang Disetujui dan Didanai AIIB

Published

on

Logo Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). (Istimewa)

Logo Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). (Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, JakartaAsian Infrastructure Investment Bank (AIIB) akan mengucurkan dana investasi sebesar USD691,5 juta untuk membiayai empat proyek infrastruktur di Indonesia. Ada empat proyek infrastruktur yang nantinya masuk dalam kesepakatan pendanaan ini.

Dari total 87 negara anggota, saat ini Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara yang paling banyak mendapatkan pendanaan dari AIIB.

Adapun keempat proyek infrastruktur tersebut melingkupi irigasi, bendungan, pengembangan infrastruktur regional dan perbaikan wilayah kumuh.

Pertama, modernisasi irigasi strategis dan proyek rehabilitasi mendesak. Pertanian memainkan peran vital dalam ekonomi Indonesia dan pertanian dengan irigasi adalah pendorong utama produksi makanan.

Namun, hasil panen stagnan dikarenakan infrastruktur yang menurun kondisinya. AIIB menyediakan pendanaan sebesar USD250 juta dari total USD578 juta yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek peningkatan sistem irigasi.

Kedua, proyek perbaikan operasional dan keselamatan bendungan fase II. Bendungan memainkan peran penting dalam mencegah banjir dan menyediakan sumber air yang konsisten sepanjang musim.

Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki kehidupan orang-orang yang tinggal di hilir bendungan serta melindungi infrastruktur lokal. AIIB menyediakan USD125 juta untuk membiayai proyek senilai USD300 juta ini.

Baca juga: AIIB Setujui Dana Investasi Sebesar USD 691,5 Juta untuk Biayai 4 Proyek Infrastruktur di Indonesia

Ketiga, proyek dana pengembangan infrastruktur regional. Tujuan proyek senilai USD406 juta ini adalah untuk meningkatkan akses ke pembiayaan infrastruktur melalui penciptaan perantara keuangan yang menyalurkan dana dari AIIB, Bank Dunia, dan pemerintah kepada pemerintah subnasional.

Dana ini akan dimanfaatkan untuk sub proyek pada bidang transportasi, sanitasi air, drainase, manajemen banjir, dan lain-lain. AIIB menyediakan USD100 juta untuk mendukung proyek tersebut.

Baca Juga:  Purabaya, Muasal Nama Madiun Pemilik Ikon Kampung Pesilat

Keempat, proyek nasional perbaikan wilayah kumuh. Dengan meningkatkan akses ke infrastruktur dan layanan perkotaan di daerah kumuh, 9,7 juta penduduk di 154 kota akan mengalami peningkatan kondisi hidup secara signifikan.

AIIB mengalokasikan USD216,5 juta untuk membantu mendanai Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), program nasional yang diperkirakan menelan biaya total sebesar USD1,7 miliar.

Selain dari keempat proyek di atas, AIIB tengah mempertimbangkan untuk berinvestasi di Proyek Infrastruktur Perkotaan dan Wisata Mandalika. Program ini bertujuan untuk membangun infrastruktur yang berkelanjutan dan mengembangkan destinasi wisata baru di daerah Mandalika, Lombok.

Meski berfokus di Mandalika, namun proyek ini akan tetap memberikan manfaat bagi komunitas di Lombok dan mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan di pulau ini. Tak kalah penting, proyek ini juga bertujuan untuk melindungi kebudayaan unik dan kekayaan alam di Lombok. (eda/gdn)

Editor: Gendon Wibisono

Terpopuler