Connect with us

Politik

Ini Peta Politik Pilpres 2019 Usai Pertemuan Prabowo dan SBY

Published

on

pertemuan prabowo-sby, kediaman sby, peta politik, peta politik pilpres 2019, natalius pigai, kemenangan prabowo, prabowo menang, basis prabowo, basis jokowi, suara prabowo, suara jokowi, wilayah mataraman, pengaruh sby, nusantaranews

Pertemuan Prabowo Subianto dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga serta Partai Demokrat di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan VII, Jakarta Selatan, Jumat (21/12). (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kritikus Natalius Pigai memetakan politik usai pertemuan Prabowo Subianto dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga serta Partai Demokrat di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan VII, Jakarta Selatan, Jumat (21/12).

“Melihat hasil pertemuan antara Prabowo dan SBY dan Keluarga serta Partai Demokrat tentu membawa aura kemenangan bagi Pak Prabowo,” ujar Pigai, Jakarta, Sabtu (22/12/2018).

Dengan digelarnya pertemuan tersebut, kata Pigai, maka potret perolehan suara Pilpres 2019 secara naratif berikut. Pertama, sudah bisa dipastikan bahwa wilayah Mataraman yang meliputi Malang, Ngawi, Madiun, Pacitan, Blitar, Sragen, Solo, Kartosuro dan Wonogiri yang selama ini diklaim basis Jokowi dapat dipastikan sudah terbagi dua antara Prabowo dan Jokowi.

“SBY adalah tokoh utama wilayah Mataraman yang masih disegani,” kata Pigai.

Kedua, kata dia, Kresidenan Banyumas dan Bageleng yang meliputi Purwokerto, Tegal, Brebes, Banyumas, Kebumen, Cilacap dan lain-lain merupakan basis Prabowo.

Ketiga, tinggal perebutan Kresidenan Kedu yang meliputi Magelang, Wonosobo dan Semarang, Demak, Rembang yang basis merupakan santri.

Keempat, namun jika dilihat secara cermat maka probabilitasnya perolehan suara Prabowo berpotensi besar karena suara Sutiyoso yang dikecewakan Jokowi di Gunung Pati, Semarang basis pemilih rasional. Demak dan Rembang mungkin Prabowo karena dukungan umat muslim dan ulama-ulama muslim,” terang tokoh asal Paniai, Papua ini.

Selanjutnya, kelima Cepu, Grobogan dan Blora yang dinilainya tentu saja suara akan beralih kepada Prabowo karena dua hal. Pembangunan Pabrik Semen di Gunung kendeng yang merusak ekosistem karst dan kehidupan budaya Samin oleh Ganjar Prabowo dan pemerintah Jokowi.

“Bahkan almarhumah Ibu Fatmi, seorang petani Blora yang mati disaat cor kaki di Istana Negara karena menolak pabrik semen. Dengan demikian Jawa Tengah Prabowo berpotensi unggul nasar atau kedua capres imbang,” pungkasnya.

(eda/bya)

Editor: Banyu Asqalani

Advertisement

Terpopuler