Connect with us

Ekonomi

Ini Penjelasan Direktur AIAC Soal Kargo Udara Nasional

Published

on

Arista Atmadjati (Foto Credit)

Arista Atmadjati (Foto Credit)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Direktur Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjati kepada Nusantaranews.co menjelaskan mengenai persoalan kargo udara nasional terkait dengan ground time. Arista membagi perusahaan kargo udara menjadi dua jenis.

“Pertama, maskapai yang khusus mengangkut kargo tanpa ada penumpang atau freighter airlines. Di Indonesia pemain utamanya adalah Cardig Air dan FIN Air Cargo,” ungkap Arista, Kamis, 19 Juli 2018.

Kedua, lanjut dia, maskapai yang mempunyai bisnis mengangkut penumpang dan kargo atau mixed airlines. “Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air Group, hingga Sriwijaya Air Group adalah beberapa contoh mixed airlines di Tanah Air,” sambungnya.

Mantan pekerja Garuda itu menyatakan, freighter airlines tidak memiliki batasan ground time karena mereka memiliki apron khusus atau terpisah dari maskapai penerbangan berjadwal dan menjadikan kargo sebagai prioritas satu-satunya. Namun, bagi mixed airlines mau tidak mau harus berpacu dengan ground time.

“Masing-masing maskapai memiliki standar ground time yang telah ditetapkan sesuai kemampuan. Contohnya, Garuda Indonesia Group mengalokasikan ground time untuk pesawat berlorong tunggal (narrow body) selama 30 menit dan pesawat berlorong ganda (wide body) selama 45 menit, atau AirAsia yang memiliki ground time hanya 25 menit,” kata Arista.

Menurutnya, ground time memang menjadi tantangan yang wajar bagi mixed airlines. Namun, muatan kargo memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan penumpang.

Kargo biasanya sudah dipersiapkan beberapa jam sebelumnya di gudang dan siap untuk dibawa ke bagasi pesawat. Berbeda dengan penumpang yang terkadang tiba di bandara sesaat sebelum boarding time, terutama yang sudah melakukan lapor diri (check in) secara daring.

Masalah ground time sejatinya bukan menjadi hambatan utama bagi mixed airlines dalam menjalankan bisnis kargo. Cukup diperlukan manajemen arus kargo yang baik dan mampu berkoordinasi dengan petugas di sisi udara agar barang bisa termuat tepat waktu di bagasi pesawat.

Pewarta: Romadhon
Editor: Achmad S.

Advertisement

Terpopuler