Ini Pemicu Rupiah Menguat Atas Dolar AS Hingga Rp14.130

nilai tukar rupiah, kurs rupiah, rupiah lemah, pelemahan rupiah, rupiah merosot, utang jatuh tempo, defisit pendapatan primer, defisit jasa, defisit migas, defisit transaksi berjalan, nusantaranews
Penguatan Rupiah atas Dolar AS. (Foto: Eswete)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Tren positif ditunjukkan mata uang Indonesia. Berdasarkan pantauan di pasar spot pada Kamis sore, 24 Januari 2019, nilai tukar Rupiah terhada Dolar AS menguat berada di angka Rp.14.130. Setelah sebelumnya pada Rabu (23/1) kemarin berada di posisi Rp14.188.

Ada beberapa pemicu yang membuat Rupiah menguat. Diantaranya karena hingga detik ini Amerika Serikat masih mengalami penutupan pemerintahan (government shutdown).

Baca Juga: Penutupan Pemerintahan AS Sudah Masuki Hari ke-33

Selain itu, lanjut Analis pasar uang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rully Arya Wisnubroto sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, mengatakan penguatan rupiah terbatas karena minim sentimen yang memberikan dampak tinggi.

Tak hanya itu dari sisi fundamental Indonesia juga dianggap masih baik bagi para pelaku pasar. Namun pemicu terbesar atas penguatan Rupiah disebutnya karena pelaku pasar masih menunggu (wait and see) atas berbagai kejadian yang akan berlangsung beberapa waktu mendatang.

Diantaranya seperti negosiasi perang dagang antara China dan AS pada 30 hingga 31 Januari mendatang dan perundingan mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Selain Rupiah, beberapa mata uang utama Asia lainnya yang hari ini ikut menguat terhadap dolar AS adalah mata uang India yaitu Rupee dan mata uang Taiwan.

Sementara itu sejumlah mata uang Asia lainnya sebaliknya banyak mengalami pelemahan. Misalnya Yuan Cina, Dolar Hong Kong, Yen Jepang, Won Korea Selatan, Dolar Singapura, Ringgit Malaysia dan Baht Thailand.

Pewarta: Romadhon