Praktik persalinan (Ilustrasi). Foto: Dok. Nakita - Grid.ID
Praktik persalinan (Ilustrasi). Foto: Dok. Nakita - Grid.ID

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus menggalakkan kontrasepsi jangka panjang, yaitu injeksi yang dapat mencegah kehamilan minimal tiga bulan, implant atau susuk KB berlaku 3 tahun, dan intra uterine device (IUD) yang berlaku 5 tahun.

Menurut ahli kesehatan ibu dan anak Novi Maharani, langkah BKKBN harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Pasalnya, program ini bertujuan untuk memberikan jarak dan menjarangkan kehamilan.

“Program kontrasepsi manfaatnya banyak sekali, yakni menjaga kesehatan fisik dan psikologi ibu dan anak sebelumnya,” kata Novi dalam keterangannya kepada Nusantaranews, Jumat (22/9/2017).

Menurut dia, manfaat lainya yakni mampu menjaga hubungan antara anak dan ibu yang dalam jangka panjang akan berpengaruh pada kualias SDM. Selain itu, program tersebut juga akan memberikan waktu yang cukup bagi ayah untuk mempersiapkan kebutuhan secara ekonomi.

“Tanpa program kontrasepsi, maka laju pertumbuhan penduduk tidak akan terkendali,” ucapnya.

Dampak lainnya, akan terjadi peningkatan kehamilan resiko tinggi. Misalnya, kehamilan jarak terlalu dekat, kehamilan usia lanjut, dan kehamilan usia remaja. Merujuk data resmi, 5-10 persen dari kehamilan termasuk kehamilan dengan resiko tinggi.

“Wanita dengan kehamilan resiko tinggi harus mempersiapkan diri dengan lebih memperhatikan perawatan kesehatannya dalam menghadapi kehamilan dengan resiko tinggi ini,” ungkapnya.

Dikatakan Novi, mengacu pada penelitian terbaru, ditemukan fakta bahwa faktor non-medis banyak terjadi di Negara berkembang dan berpengaruh secara signifikan terhadap morbiditas juga mortalitas.

“Faktor non medis, antara lain kemiskinan, adat istiadat, tradisi yang kurang baik, kebersihan lingkungan, sosial dan ekonomi yang rendah, fasilitas serta sarana kesehatan yang serba kekurangan, kepercayaan, ketidaktahuan dan masih banyak lagi lainnya,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BKKBN Surya Chanda Surapaty berjanji akan terus berupaya agar program KB terus ditingkatkan, terutama dalam program Kampung KB yang merupakan perwujudan dari Nawacita pembangunan manusia, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka NKRI, dan meningkatkan kualitas manusia itu sendiri.

Program KB sesuai instruksi Presiden Jokowi harus direvitalisasi berkaitan dengan pembangunan berwawasan kependudukan.

Pewarta: Ricard Andhika
Editor: Ach. Sulaiman

Komentar