Connect with us

Hukum

Ini Kata DPR Soal Penyitaan Ponsel Napi Terorisme

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI, Taufiqulhadi. Foto Ucok Al Ayyubi/ NusantaraNews

NusantaraNews.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Taufiqulhadi mengatakan kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob akibat dari disitanya ponsel milik salah satu tahanan oleh petugas Densus 88 saat melakukan sweeping di dalam tahanan.

“Saya melihat ada ketidakpuasan. Apa ketidakpuasannya?, Ketidakpuasanya ternyata di dalam, dalam konteks ini adalah HP. Diamankan HP oleh petugas,” ungkap Taufiq, Jakarta, Sabtu (11/11/2017).

Menurut Taufiq penyitaan ponsel milik narapidana terorisme tersebut sebagai upaya untuk memutus komunikasi antara narapidana yang berada di tahanan dengan simpatisan yang berada di luar tahanan.

“Dan menurut saya itu bener. (Kami) kalau misalnya petugas tidak melakukan pengamanan terhadap HP para teroris tersebut, gagasan terorisme itu bisa keluar dari tahanan,” lanjut Taufiq.

Oleh karena itu, politisi partai Nasdem tersebut mendukung langkah yang telah dilakukan oleh petugas menyita ponsel milik tahanan narapidana terorisme.

“Kami mendukung kalau itu untuk pengamanan dan kami berharap sikap yang lebih tegas untuk mengamankan mereka yang ada di dalam,” sambungnya.

Taufiq menhimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu yang beredar yang menyebutkan bahwa kerusuhan tersebut merupakan dampak dari penghinaan terhadap Al Qur’an.

“Nah saya berharap masyarakat Jangan mudah terprovokasi. Karena ada penghinaan terhadap alquran itu adalah hoak yang sekarang itu sejumlah aspiran yang menyebarkan hoak tersebut,” pungkasnya.

Sebagai Informasi, telah terjadi keributan di rumah tahanan teroris Markas Komando Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jumat (10/11/2017) sore. Hal tersebut dipicu lantaran petugas dari densus 88 menita ponsel milik tahanan. Tak terima ponselnya disita, napi tersebut melakukan perlawanan terhadap petugas. Pada akhirnya kerusuhanpun tak terelakan.

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Ach. Sulaiman

Terpopuler