Connect with us

Hankam

Ini Alasan Militer Tiongkok Bernafsu Ingin Kuasai Natuna

Published

on

Identitas Tujuh Awak Kapal China yang Ditangkap di Natuna

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Magister Ketahanan Nasional dari Universitas Indonesia Boy Anugerah dalam ulasannnya mencermati bahwa ada beberapa masalah yang dihadapi Indonesia akhir-akhir ini. Menurutnya, sudah berulang kali militer Indonesia bergesekan dengan militer Tiongkok karena melanggar wilayah kedaulatan Indonesia di Pulau Natuna.

Dalih mereka, kata Boy selalu sama, yakni bahwa Pulau Natuna diklaim sebagai ‘wilayah tradisional nelayan Tiongkok’. Sikap keras militer Indonesia terhadap nelayan Tiongkok yang melanggar wilayah dibalas dengan tindakan tak kalah keras dari militer Tiongkok yang memaksa agar nelayan mereka dibebaskan.

Sebenarnya tidak hanya Cina yang tergiur untuk memiliki Natuna beberapa negara lain seperti di Amerika dan negara-negara Asia lainnya juga bernafsu untuk mengakuisisi Natuna. Namun yang paling ngotot dan kencang adalah Cina.

Analis Pertahanan dan Alutsista TNI, Jagarin Pane (11/6/2017) menjelaskan itulah alasan mengapa pembangunan pangkalan militer Natuna sedang giat dilakukan termasuk pembangunan bunker kapal selam, bunker jet tempur, penempatan UAV, radar dan pertambahan pasukan. Berbagai serial latihan tempur dilakukan di Natuna. Sementara Morotai juga akan dibangun menjadi salah satu pangkalan militer setelah Natuna selesai. Dan pangkalan kapal selam di Teluk Palu sudah operasional.

Menurutnya, dinamika punya perbatasan laut yang luas itu bisa dilihat dari beberapa titik panas. Tahun 2005 tiba-tiba saja Ambalat memanas dan membuat kita tersentak. Bagaimana tidak tersentak karena kita baru menyadari bahwa militer kita giginya kurang taring, begitu nyengir diketawain tetangga. Setelah itu barulah dimulai program pembangunan militer secara besar-besaran yang hasilnya bisa dilihat sekarang.

“Ambalat tenang, muncul Natuna. Kali ini si Lidah Naga menggeliat menjulurkan lidahnya untuk menyatakan bahwa lidahnya sampai di perairan Natuna. Meski si Naga menyatakan tidak mengklaim Natuna tapi secara militer kita mesti siap, maka dibangunlah pangkalan militer segala matra disana,” ungkapnya.

Baca Juga:  Meriam Buatan Cina Meledak di Natuna, 10 Prajurit TNI Jadi Korban

“Nah sekarang selatan Filipina bergolak. Kali ini militan jihad berbaju ISIS mengamuk dan menggegerkan. Ini bukan persoalan antar negara tetapi militan yang rembesannya bisa saja masuk tanah air. Maka TNI kerahkan pasukan dan sejumlah kapal perang terasuk dua kapal selam miliknya. Dari operasi intelijen militer ini baru terasa pentingnya jumlah alutsista pemukul bawah air diperbanyak secepat mungkin,” sambung Jagarin.

Apa yang sesungguhnya tengah diincar Cina di Natuna? Tenaga Ahli Bidang Migas Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Haposan Napitupulu saat diwawancarai khusus oleh Detik Juli 2016 lalu mengungkapkan Natuna adalah wilayah yang sangat penting.

Bukan hanya ikan, kita lihat petanya. Ada kekayaan migas, potensi pariwisata, dan juga untuk pertahanan. Jadi ada 4 yang diincar. Kalau kita lihat peta wilayah yang diklaim China, ini Natuna D-Alpha ikut. Natuna D-Alpha itu punya cadangan gas yang bisa diambil 46 TCF (triliun kaki kubik), terbesar yang ditemukan selama 130 tahun kegiatan migas kita.

Selama ini kita belum pernah menemukan yang sebesar itu. Ini ditemukan tahun 1973, hampir setengah abad kita tidak pernah menemukan yang lebih besar lagi. Masela yang kita ribut-ributkan kemarin itu hanya seperempatnya. Tangguh, Duri, lebih kecil lagi.

Sayangnya kandungan gasnya tinggi sampai 72%. Kita sudah melakukan kegiatan eksplorasi di sana sejak tahun 1960-an, waktu itu oleh AGIP yang sekarang bernama ENI. Tahun 1980-an dilanjutkan oleh Exxon, baru kajian-kajian saja.

Seharusnya Natuna D-Alpha ini segera dikembangkan. Kandungan CO2 yang tinggi memang membuat biaya investasinya tinggi. Selain Blok East Natuna, ada lagi, namanya Lapangan Dara, salah satu lapangan di Blok Sokang. Cadangan gasnya sekitar 6 TCF, kira-kira separuhnya Tangguh. Ini ditemukan tahun 2000. KKKS-nya Black Platinum.

Baca Juga:  Ryamizard Ryacudu Dampingi Wiranto Canangkan Gerbangdutas di Natuna

Pewarta/Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler