Connect with us

Mancanegara

Inggris Sumbang 100 Kendaraan Lapis Baja Untuk Militer Lebanon

Published

on

Inggris sumbang 100 kendaraan lapis baja untuk militer Lebanon.

Inggris sumbang 100 kendaraan lapis baja untuk militer Lebanon/Foto: the961.com

NUSANTARANEWS.CO, Beirut – Inggris sumbang 100 kendaraan lapis baja untuk militer Lebanon. Pada hari Senin, sebuah kapal Inggris berlayar dari pantai selatan Inggris menuju Lebanon untuk mengirimkan 100 unit Land Rover RWMIK atau Revisi Weapons Mounted Installation kepada Lebanese Armed Forces (LAF) senilai juta US$ 2 juta.

Sumbangan Inggris kepada Angkatan Bersenjata Lebanon tersebut adalah dalam rangka mengamankan perbatasan utara dan timur dari penyelundupan dan melawan terorisme.

Sebelumnya, Inggris juga dilaporkan telah mendukung LAF dengan mengerahkan empat resimen perbatasan darat, membangun lebih 75 menara perbatasan, menyediakan 350 Land Rover, serta melatih lebih dari 11.000 personel LAF.

Utusan khusus Inggris untuk Suriah, Martin Longden mengatakan bahwa, kendaraan tempur ini akan membuat perbedaan nyata bagi pekerjaan resimen perbatasan darat. “Ini adalah contoh praktis yang bagus dari persahabatan dan kolaborasi antara angkatan bersenjata kedua negara kita, dan komitmen asli Inggris untuk Lebanon yang kuat dan stabil.”

Pakar Lebanon dan pensiunan brigadir pasukan keamanan Naji Mlaeb menekankan perlunya kendaraan semacam itu untuk mendukung misi keamanan perbatasan negara.

“Kendaraan ini akan memfasilitasi transportasi angkatan bersenjata di medan berbatasan yang berat, baik di utara atau timur, di mana sebagian besar jalan antar menara bahkan tidak diaspal tetapi merupakan jalan tanah yang dibuka oleh Tentara Lebanon untuk berpindah antar menara,” ujar Mlaeb.

“Karena perbatasan dengan Suriah sangat panjang, tidak mungkin untuk memantau mereka melalui personel atau bahkan memasang ranjau untuk mencegah penyelundupan. Itu sebabnya Land Rover RWMIK akan memfasilitasi pengamanan perbatasan.

Seperti diketahui, Lebanon dan Suriah memiliki perbatasan sepanjang 364 km dan sebagian besar perbatasan tidak terkontrol sehingga marak dengan kegiatan penyelundupan yang hampir tidak terkendali. (AS)

Baca Juga:  Menakar Penggunaan Nalar Fenomenologis Heidegger dalam Menyikapi Kasus Penistaan Agama

Loading...

Terpopuler