Connect with us

Berita Utama

Indonesia Terima Pengungsi Rohingya yang Kapalnya Terdampar

Published

on

Indonesia Terima Pengungsi Rohingya yang Kapalnya Terdampar

Indonesia terima pengungsi Rohingya yang kapalnya terdampar/Foto: Aljazeera.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan untuk memberikan perlindungan kepada pengungsi Rohingya yang terapung-apung di atas sebuah kapal di dekat Kabupaten Biereun, Aceh,” bunyi sebuah pernyataan dari Armed Wijaya, seorang pejabat di kementerian keamanan Indonesia, kutip Aljazeera, Rabu (29/12)

Atas nama kemanusiaan pemerintah Indonesia memutuskan memberikan status pengungsi kepada minoritas Muslim Rohingya dari Myanmar yang terdampar dari sebuah kapal.

Pihak berwenang mengatakan bahwa kapal kayu yang membawa sekitar 120 orang Rohingya tersebut rusak dan ditemukan terapung di perairan di lepas pantai Provinsi Aceh pada Minggu (26/12).

Muslim Rohingya Myanmar bertahan hidup dalam kondisi yang keras selama bertahun-tahun. Lebih dari 700.000 orang telah melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh, setelah persekusi menyusul penumpasan oleh militer pada 2017.***

Sebelumnya, para pejabat mengatakan bahwa para pengungsi akan diberikan makanan dan air tetapi tidak diizinkan mendarat di Indonesia.

Namun karena kondisi kapal yang dilaporkan berisiko tenggelam, Badan Pengungsi PBB, Amnesty International, dan lainnya menyerukan kepada pemerintah Indonesia agar mengizinkan orang-orang itu untuk mendapatkan perlindungan.

Sejauh ini, pejabat lokal di Aceh mengatakan bahwa mereka akan menyediakan makanan, obat-obatan dan air bagi sekitar 120 penumpang kapal tersebut yang penumpangnya kebanyakan wanita dan anak-anak.

Perwakilan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi di Jakarta, Ann Maymann, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa keputusan Indonesia untuk mengizinkan para pengungsi turun dari kapal yang dilanda bencana adalah kemenangan bagi hak asasi manusia dan hukum internasional.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia … ini adalah keputusan yang belum pernah kami lihat diambil oleh pemerintah lain terkait dengan kapal lain,” katanya.

Baca Juga:  Di Musrenbangcam, Camat Pragaan Meminta Pemerintah Kabupaten Memperhatikan Usulan Masyarakat

“Ini adalah contoh untuk diikuti oleh negara-negara lain, baik di kawasan Asia Pasifik dan juga di belahan dunia lain di mana perahu didorong mundur.” (Alya/MG)

Terpopuler