Connect with us

Hankam

Indonesia-Singapura Bahas Kerja Sama Penanganan Berbagai Ancaman dan Keamanan Maritim

Published

on

Indonesia-Singapura bahas kerja sama penanganan berbagai ancaman dan keamanan maritim.

Indonesia-Singapura bahas kerja sama penanganan berbagai ancaman dan keamanan maritim.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Indonesia-Singapura bahas kerja sama penanganan berbagai ancaman dan keamanan maritim. Pada Jumat (28/8), Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan Maritime Security Task Force (MSTF) sepakat untuk melakukan kerja sama pertukaran informasi melalui Indonesia Maritime Information Centre (IMIC) dan Information Fusion Centre (IFC), dalam sebuah siaran pers Humas Bakamla RI.

Menurut Humas, kesepakatan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., dan RSN Commander MSTF/MARSEC Command Rear-Admiral (RADM) Yong Wei Hsiung itu dilakukan melalui saluran video teleconference di dua tempat yang berbeda, yakni Markas Besar Republic of Singapore Navy dan di Markas Besar Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., dan RSN Commander MSTF/MARSEC Command Rear-Admiral (RADM) Yong Wei Hsiung

Dikatakan oleh Rear-Admiral (RADM) Yong Wei Hsiung bahwa Information Fusion Centre (IFC) yang diselenggarakan Republic of Singapore Navy memiliki tujuan memfasilitasi pertukaran informasi dan kolaborasi antar negara maritim yang dapat ditindaklanjuti oleh Angkatan Laut regional dan internasional, penjaga pantai dan lembaga maritim lainnya dalam menangani berbagai ancaman dan insiden keamanan maritim termasuk pembajakan, perampokan laut, proliferasi senjata, terorisme, serta penyelundupan narkoba.

Dalam pembicaraan itu Kepala Bakamla RI Laksdya Aan Kurnia, mengharapkan informasi kemaritiman yang dikeluarkan IFC terutama dalam hal keamanan maritim Indonesia dapat dikolaborasikan dengan IMIC melalui format-format pertukaran informasi yang nantinya akan dibuat menjadi pedoman dalam pelaksanannya setiap hari.

Laksdya TNI Aan Kurnia juga mendorong perlunya peningkatan kerja sama dalam bidang operasi. Hal tersebut guna percepatan respon terhadap kejadian-kejadian di laut.

Baca Juga:  Pengelolaan Blok Cepu Sebagai Cerminan Lemahnya Kedaulatan Bangsa Indonesia

Selain kerja sama dalam bidang pertukaran informasi, Kepala Bakamla RI juga menyarankan untuk menggelar forum formal membahas tentang maritime security issue yang dapat diselenggarakan secara bulanan atau semester.

RSN Commander MSTF/MARSEC Command Rear-Admiral (RADM) Yong Wei Hsiung menyambut baik usulan Kepala Bakamla RI dan mendukung sepenuhnya peran Bakamla RI untuk menjadi Single Agency Multi Task.

Turut serta dalam video teleconference, Direktur Kerja sama Laksma Bakamla Retiono, Direktur Hukum Laksma Bakamla Erry Herman, Kabag Humas dan Protokol Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita, S.T., M.M., M.Tr. Hanla, Kasubdit Kerja sama Luar Negeri Kolonel Bakamla Satya Pratama, Commander Sea Security Group Col Tay Choong Hern, Hd IFC SLTC Gary Ow, Hd Intelligence MARSEC Command LTC Jason Lim, ADA Jakarta SLTC Tony Wong dan Staff Officer MSTF MAY Lim Jun Long. (Humas Bakamla RI/Indonesia Coast Guard).

Loading...

Terpopuler