Connect with us

Ekonomi

Indonesia-Malaysia Gelar Pertemuan

Published

on

Ilustrasi: Indonesia-Malaysia

Ilustrasi: Indonesia-Malaysia

NUSANTARANEWS.CO – Indonesia-Malaysia Gelar Pertemuan. Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia semakin intensif mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi di antara kedua negara. Berbagai hambatan perdagangan dan investasi menjadi pembicaraan kedua negara termasuk perdagangan lintas batas Indonesia-Malaysia.

Permasalahan lintas batas tersebut akan menjadi salah satu agenda pembahasan pertemuan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI) Thomas Trikasih Lembong dengan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia (MITI) Dato’ Sri Mustapa Mohamed yang akan dilaksanakan pada Kamis (30/6/2016) di Jakarta. Pertemuan dilakukan dalam kerangka Indonesia-Malaysia Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Meeting ke-2.

JTIC merupakan forum yang dibentuk sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi antara Indonesia-Malaysia atas dasar kesetaraan dan saling menguntungkan. Forum ini diharapkan dapat membantu jaringan kerja antara pengusaha Indonesia dan Malaysia, serta menciptakan peluang bisnis dan akses pasar potensial.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iman Pambagyo, selain soal lintas batas, ada juga beberapa isu krusial lain yang akan dibahas pada pertemuan tersebut.

“Pertemuan ini akan membahas agenda review Border Trade Agreement (BTA) 1970, investasi, kerja sama untuk pengembangan industri palm oil, dan hambatan perdagangan yang dialami kedua negara. Kita juga akan mengangkat permasalahan tentang penutupan jalur perdagangan lintas batas di Nunukan-Tawau, karena penutupan tersebut merugikan masyarakat Indonesia di Nunukan,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Pertemuan JTIC ini didahului pertemuan Senior Officials Meeting (SOM) pada hari ini, Rabu (29/6/2016). Pada pertemuan ini, Delegasi Indonesia dipimpin Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo. Sementara itu, Delegasi Malaysia akan dipimpin Deputy Secretary General, Ministry of International Trade and Industry Malaysia, Isham Ishak.

Baca Juga:  Bawaslu Banten Diminta Profesional Soal Penghinaan Hasto Kepada Prabowo

Di hari ke-2, Menteri Perdagangan RI akan memimpin Delegasi Indonesia dengan didampingi Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo, dan Direktur Perundingan Bilateral Djatmiko Bris Witjaksono.

Sedangkan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia (MITI) Dato’ Sri Mustapa Mohamed akan memimpin Delegasi Malaysia dengan didampingi Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato’ Seri Zahrain Mohamed Hashim dan Deputy Secretary General at the Ministry of International Trade and Industry Isham Ishak.

“Melalui pertemuan ini, diharapkan nilai serta volume perdagangan dan investasi kedua negara dapat lebih ditingkatkan,” ujar Iman.

Sekadar informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai total perdagangan bilateral kedua negara pada 2015 mencapai US$16,15 miliar. Neraca perdagangan Indonesia-Malaysia pada 2015 menunjukkan defisit bagi Indonesia sebesar US$903,75 juta. Ekspor Indonesia ke Malaysia pada periode Januari-Maret 2016 tercatat sebesar US$1,64 milliar atau turun 24,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$2,16 milliar.

Sementara itu, impor Indonesia dari Malaysia pada periode Januari-Maret 2016 mencapai US$1,68 miliar atau turun 26,84% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$2,29 miliar.

Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Malaysia adalah batu bara, palm oil and its fraction, coconut (copra), petroleum oils and gases, chemical products, refined copper and copper alloy, parts of motor vehicles accessories, dan cocoa paste.

Sedangkan, komoditas impor utama Indonesia dari Malaysia adalah petroleum oils, polymers of ethylene, machinery part (hd 84.25 to 84.30), acyclic hydrocarbons, electronic integrated circuits and microassemblies, acyclic alcohols and their derivatives, automatic data processing machines dan television receivers (including video monitors and video projectors). (Deni)

Baca Juga:  PKB DIY: Petani adalah Penolong Negeri, Petani Harus Maju

Terpopuler