Connect with us

Opini

Indonesia Harus Siap Dengan Perubahan Sosial Pasca Covid-19

Published

on

Indonesia harus siap dengan perubahan sosial pasca Covid-19

Indonesia harus siap dengan perubahan sosial pasca Covid-19. Ilustrasi anak-anak belajar dengan robot/Foto: Evaeducation.

NUSANTARANEWS.CO – Indonesia harus siap dengan perubahan sosial pasca Covid-19. Sistem informasi begitu cepat dan sangat terbuka telah membuat tidak satupun peristiwa yang terjadi di Indonesia bahkan dunia luput dari siar media yang ada digenggaman. Begitu pula informasi wabah Covid-19 yang menggemparkan seluruh jagat raya. Penulis berpendapat mungkin saat ini adalah situasi yang gila. Siapkah Indonesia menghadapi perubahan perilaku sosial pasca Covid-19?

Hari ini, Indonesia memasuki hari ke 28 etelah seruan atau himbauan kepada seluruh sekolah dan pondok pesantren di mana tempat belajar mengajar yang tadinya berjalan normal dengan teknis dan cara turun temurun puluhan tahun –tiba-tiba secara drastis sistem belajar para siswa berubah menjadi online di rumah masing-masing.

Pada awalnya hanya 14 hari, kemudian ditambah, dan mungkin dilanjutkan lagi hingga batas yang belum ditentukan oleh pemerintah. Peristiwa ini menjadi hal yang perlu dipikirkan dengan sangat serius untuk melihat fenomena apa yang akan terjadi berikutnya, baik dari kondisi psikologi siswa, bahkan situasi baru yang kemungkinan akan muncul pasca “bencana” covid-19.

“Bapak Presiden, menteri pendidikan, dan seluruh jajaran kabinet Pemerintah yang saya hormati, mohon jangan sampai ada masalah baru pasca badai corona (covid-19) yang sudah menguras energi bangsa, terutama dengan terjadinya lompatan perubahan kultur sosial masyarakat di negeri tercinta ini”

Masyarakat Indonesia sangat baik, penuh kasih, saling sayang, saling asih, saling asuh, dan masih banyak kebaikan lainya seperti gotong royong, bahu membahu, membantu pemerintah dalam situasi Covid-19. Hal ini, tidak lain adalah karena kultur ketimuran dan kearifan lokal masyarakat Indonesia –yang cinta damai dan mudah memaafkan– jangan sampai hal yang baik ini berubah dan hilang.

Baca Juga:  Kaukus Muda PPP Gelar Seminar UU Pesantren

Kondisi ini jelas baru pertama kalinya terjadi di Indonesia, di mana sistem belajar dan mengajar dilakukan secara online. Berbeda dengan dengan negara-negara maju yang memang sudah mempersiapkan metode belajar di masa depan.

Di Indonesia dengan situasi dan kondisi keluarga yang berbeda-beda, tentu akan mengalami banyak kendala pada awalnya. Tentu tingkat pendidikan orang tua sangat berpengaruh dalam mendampingi anak untuk mengerjakan tugas online yang diberikan sekolahnya. Kendala terbesar tentunya akan dialami oleh orang tua yang ekonominya pas-pasan – jangankan berfikir mendampingi anak belajar, memenuhi kebutuhan hari-hari keluarga saja sudah pusing.

Ini mungkin kondisi tergila yang terjadi di dunia. Kondisi paling ekstrem yang mungkin baru pertama kali dirasakan oleh seluruh warga bangsa. Jadi jangan dijejali lagi dengan pemberitaan yang tidak produktif dan malah menciptakan konflik sosial di masyarakat.

Patut dibuat bangga bahwa masyarakat Indonesia siap bahu membahu bersama melawan Covid-19. Bangga dengan para tim medis yang berjibaku siang malam tak kenal lelah menjadi garda terdepan melawan virus Coroan. Demikian pula dengan elemen-elemen pemerintahan baik dari gugus tugas maupun yang lainnya. “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik bagi semuanya.”

Di era kemajuan tekhnologi belakangan ini, tidak diragukan lagi bahwa peristiwa ini pasti akan sangat berdampak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara – yang mungkin akan mendorong tebentuknya pranata sosial dan pranata politik baru, termasuk pranata ekonomi yang terdampak langsung akibat terpaan badai Corona.

Patut disikapi dengan cerdas oleh pemerintah dan seluruh anak bangsa adalah dampak dari pasca badai Covid-19 ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Memang perlu persiapan lebih matang untuk maju ke depan menyesuaikan diri dengan perubahan global yang tak terhindarkan. Jadi jangan sampai kita mewariskan keburukan pada generasi berikut baik kehidupan sosial, politik maupun ekonomi.Tantangan hari ini memang dirasakan sangat berat, namun kita tidak boleh menyerah.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Raih Predikat B SAKIP 2019

Rakyat Indonesia sangat cinta dengan kedamaian. Walau ada segelintir orang yang selalu membuat kegaduhan, itu ibarat buih gelombang ombak yang hilang di pantai. Jangan sampai kegaduhan oleh segelintir orang memperkeruh suasana kehidupan yang damai.

Rakyat Indonesia hari ini butuh teladan dan kepemimpinan yang mengayomi, dengan penuh rasa kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam segala situasi dan kondisi.

Bung Karno mengatakan bahwa, “bangsa Indonesia adalah bangsa pemaaf, namun tidak untuk disepelekan” (dikutip dari catatan Bung Besar saat kunjungi gedung putih).

Sebagai penutup penulis sampaikan optimisme yang tinggi terhadap kinerja Pemerintah Indonesia beserta seluruh jajaran, namun kembali penulis ingatkan, bahwa kondisi pasca Covid-19 akan jauh lebih penting guna keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu akan menjadi bukti kesuksesan pemerintah dalam mengemban amanah rakyat, dan menjadikan Indonesia Maju sebagaimana cita-cita bangsa dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.(Editor Alya Karen)

Penulis: Pramono

Loading...

Terpopuler