Indonesia Berkabung atas Kepergian Abadi Tokoh Pers Herawati Diah

Herawati Diah Semasa Hidup/Foto: Via Sampul Buku 99 Tahun Herawati Diah, Pejuang Pers Indonesia

Herawati Diah Semasa Hidup/Foto: Via Sampul Buku 99 Tahun Herawati Diah, Pejuang Pers Indonesia

NUSANTARANEWS.CO – Tim Redaksi Nusantaranews turut berduka cita atas kepergian abadi Tokoh Pers Indonesia, Herawati Diah. Wartawati senior menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat dinihari (30/9/2016) Pukul 04.20 di Rumah Sakit Medistra.

Atas kepulangan Herawati Diah, kini Indonesia kehilangan putri bangsa terbaiknya. Istri dari Mantan Menteri Penerangan Buhanuddin Moehamad Diah (BM Diah) meninggal pada usia 99 tahun akibat pengentalan darah.

Laporan laman resmi kominfo.go.id menyebut, Herawati Diah mengenyam pendidikannya di Europeesche Lagere School (ELS) di Salemba, Jakarta, yang dilanjutkannya ke Jepang di American High School di Tokyo. Pada usia 22 tahun, Herawati mengawali karir jurnalismenya sebagai stringer di United Press International (UPI) sebuah kantor berita di Amerika Serikat.

Perempuan dengan nama lengkap Siti Latifah Herawati Diah saat kembali ke Indonesia pada 1 Oktober 1945, bersama dengan BM Diah mendirikan Harian Merdeka, dan Herawati terlibat dalam pengembangan harian tersebut. Kemudian pada tahun 1955, Herawati bersama BM Diah mendirikan Koran berbahasa Inggris pertama di Indonesia “The Indonesian Observer”. Koran tersebut dibagikan pertama kali saat berlangsung Konferensi Asia Afrika.

Segenap tim redaksi nusantaranews.co mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya atas wafatnya Ibu Herawati. Semoga Almarhumah diberi tempat terbaik disisiNya. (Red-02)

Exit mobile version