Connect with us

Mancanegara

India Terima Paket Pertama Jet Tempur Rafale Prancis

Published

on

India Terima Paket Pertama Jet Tempur Rafale

India Terima Paket Pertama Jet Tempur Rafale/Foto: Sputnik

NUSANTARANEWS.CO – India terima paket pertama jet tempur Rafale Prancis. Menteri Pertahanan Rajnath Singh secara seremonial menerima empat jet tempur Rafale yang pertama dari 36 pesawat senilai 7,8 milyar euro pada hari Selasa. Namun keempat jet multimisi tersebut baru akan mengudara di langit India pada Mei 2020 mendatang. Jet tempur tersebut akan datang dengan modifikasi khusus India, antara lain termasuk Israeli helmet-mounted displays, radar warning receivers, low band jammers, 10-hour flight data recording, infra-red search dan tracking systems.

Kepala Udara Marshal R.K.S. Bhadauria mengatakan bahwa kedatangan Rafale akan menjadi pengubah permainan di kawasan Asia Selatan. Rafale dapat dikategorikan sebagai pesawat generasi 4,5 dengan profil silumannya. Profile ini akan meningkatkan kredibilitas Angkatan Udara India (IAF) yang saat ini memang sebagian besar masih mengandalkan generasi ketiga atau keempat – termasuk Mirage 2000 dan Su-30 MkI.

Seperti upgrade Mirage dan Sukhoi Su-30 hanya dapat disetarakan sebagai generasi keempat. Termasuk Tejas Light Combat Aircraft (LCA) yang dikembangkan secara mandiri – dianggap tidak memberikan perbedaan yang signifikan apabila dibandingkan dengan J-20 generasi kelima yang dikembangkan secara mandiri oleh Cina. Angkatan Udara Cina saat ini sudah memiliki lebih dari 600 jet tempur generasi ke-4 hingga 4,5 di angkatan udaranya.

India sendiri membutuhkan 42 skuadron jet tempur untuk menghadapi serangan simultan dari Cina dan Pakistan. Namun, pemenuhan skuadron tersebut sulit tercapai karena adanya rencana pensiun enam skuadron Jaguar dan MIG-21 karena masa pakainya akan berakhir pada 2020.

Dengan kehadiran Rafale, India akan menjadi negara keempat, setelah Prancis, Mesir dan Qatar yang menerbangkan Rafale. Namun Angkatan Udara India (IAF) masih membutuhkan kekuatan penempur generasi kelima untuk mengimbangi J-20 Cina yang dianggap setara dengan F-35 dan Su-57.

Baca Juga:  Yasonna: Kalau 17.528 CPNS Ini Misal Jadi Brengsek, Hancur Lebur Kemenkumham
Loading...

Oleh karena itu, Panglima Angkatan Udara India Marshal R.K.S. Bhadauria telah mengklarifikasi India tidak akan membeli Rafale tambahan untuk memenuhi kekurangan 11 skuadron jet tempurnya. Meski begitu, IAF telah memberi tahu Moskwa tentang pembelian tambahan Su-30 dan MiG-29 untuk meningkatkan kemampuan tempurnya.

Dalam geopolitik regional Asia Selatan, kehadiran Rafale jelas akan memberikan perbedaan sejauh menyangkut musuh bebuyutannya, Pakistan. Angkatan Udara Pakistan memiliki F-16 fighting falcon yang setara dengan Mirage 2000 India, dan masih kalah bila dibandingkan dengan Rafale, kata Marsekal Udara (Purn) M. Matheswaran.

Tidak mengherankan bila India berusha menjalin kemitraan strategis dengan Rusia untuk mengembangkan pesawat generasi kelima yang bisa mengimbangi J-20 Cina. IAF membutuhkan sedikitnya 10 hingga 12 skuadron jet tempur generasi kelima untuk mendominasi kawasan regional Indo-Pasifik. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler