Connect with us

Berita Utama

India Sedang Mengambil Langkah Cepat Untuk Mendapatkan S-400 Rusia

Published

on

S-400 Rusia

NUSANTARANEWS.CO – India sedang mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan kesepakatan pengadaan sistem pertahanan anti-rudal S-400 Rusia senilai hampir US$ 400 juta guna menghadapi ancaman Cina yang telah meningkatkan kekuatan Komando Militer Baratnya dengan pesawat tempur canggih J-10 dan J-11.

India dan Rusia sebetulnya telah menandatangani kesepakatan tentang pembelian S-400 Triumf. Namun dalam perjalanannya mengalami penundaan.

S-400 Triumf dikenal sebagai sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara Rusia yang paling maju, dan dapat diluncurkan hanya dalam waktu lima menit. Sistem ini dapat menghancurkan semua jenis target udara termasuk pesawat tempur, UAV, rudal balistik dan jelajah dalam radius 400 km pada ketinggian sampai 30 km. Sistem pertahanan rudal ini dapat melumpuhkan 36 target secara bersamaan serta dapat diintegrasikan ke dalam unit pertahanan udara matra tempur yang lain.

Bila terjadi kesepakatan, India akan mendapatkan sistem pertahanan ini dalam waktu 54 bulan. Sehingga India akan memperoleh sistem pertahanan anti rudal yang mampu mencegat serangan rudal Pakistan dan merespon ancaman Cina.

Untuk diketahui, Cina adalah pembeli asing pertama S-400 pada tahun 2014 melalui kesepakatan G to G dengan Rusia. Saat ini, Moskow telah mulai mengirimkan sistem rudal S-400 ke Cina.

Dalam waktu dekat, Menteri Pertahanan India, Nirmala Sitharaman akan melakukan perjalanan ke Moskow yang salah satu fokus utamanya adalah untuk menyelesaikan kesepakatan S-400 dengan Rusia yang telah lama tertunda.

“Penandatanganan kesepakatan S-400 akan menjadi fokus utama kunjungan Sitharaman ke Rusia,” kata seorang sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut, yang akan menjadi salah satu yang terbesar dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

Negosiator dari kedua negara telah melakukan pembicaraan selama lebih dari satu setengah tahun untuk pembelian sedikitnya lima sistem S-400. Sementara sebuah komite tingkat tinggi yang dibentuk oleh pemerintah untuk memeriksa berbagai aspek proyek telah menyampaikan laporannya tahun lalu.

Baca Juga:  Kronologi Insiden Selat Kerch

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa tidak ada keputusan yang dapat diambil untuk proyek jet tempur generasi kelima yang telah lama tertunda dengan Rusia karena tingginya biaya yang dibutuhkan.

Seperti diketahui, pada tahun 2007, India dan Rusia telah menandatangani sebuah perjanjian antar pemerintah untuk proyek FGFA. Selanjutnya pada bulan Desember 2010, India telah sepakat untuk membayar US$ 295 juta untuk desain awal pesawat tempur, yang disebut di India sebagai: Perspective Multi-role Fighter. (Banyu)

Loading...

Terpopuler