Connect with us

Budaya / Seni

Iming-Iming si Kepala Hitam dan Puisi Kritik Pendidikan

Published

on

INTEROGASI karya Slamet Sugiono. (FOTO: Istimewa)

INTEROGASI karya Slamet Sugiono. (FOTO: Istimewa)

Puisi Aditya wisnuaji

IMING IMING SI KEPALA HITAM

Demokrasi bukan untuk diinjak dengan dasar engkau patuh pada kekuasaan
Demokrasi itu hak rakyat yang tak bisa dielak, ini gagasan kami!
Dulu engkau berseru tentang nurani dengan menjunjung tinggi demokrasi
“Ini hak kita, si miskin dan si kaya! Ini hak semua rakyat!”
Tapi sejak engkau berdiri lebih jauh di atas
Kau serukan hal yaang berbeda
“Ini hak kami, hak para petinggi”
Lantas engkau lupakan kami yang menopangmu di bawah

Demokrasi bukan sebuah barang yang dengan mudah engkau jual belikan
Saat di bawah kau berikan harga murah, telinga engkau pasang denga benar
Tapi saat di atas, conge sengaja engkau pelihara.
“aku tak mendengarmu! Kalian terlalu jauh! Kalau bisa naiklah”
Itu yang engkau serukan dengan kaki menginjak kepala kami
Lantas bagaimana suara kami sejajar deengan ejekanmu itu

Demokrasi adalah harga mati, yang sejak dulu telah kita sepakati
Suara rakyat suara Tuhan. Dengarkan dulu baru engkau putuskan!
Demokrasi adalah hak kami, hak bersuara, hak memilih, dan untuk hidup!

Conge = tuli/bude

Kritik Manusia Berilmu

Loading...

Yang ku tahu ilmu itu cacat tanpa iman
Ia bisa membunuh sampai ke dasar hati paling dalam

Tak pandai jika engkau hanya sibuk mengais ilmu
Tanpa memupuk taqwa pada dirimu

Bodoh jika kalian hanya sibuk berburu dunia
Jika akhirnya sampai pada kemalaratan jiwa

Sudah kutungg, benar!
Sudah ku tunggu manusia berilmu yang tak meninggalkan Tuhannya

Dialah yang tak bergeming atas iming-iming napsu
Haus kering pada sebuah keselarasan
Dia yang mencintai kesusksesan dengan kikhlasan
Dialah yang beriman atas dasar ilmu dan kepercayaan

 

INTEROGASI karya Slamet Sugiono. (FOTO: Istimewa)

INTEROGASI karya Slamet Sugiono. (FOTO: Istimewa)

Kritik Pendidikan

Era ini ilmu bak biji dalam tanah
Yang jika engkau sirami dengan air keruh
Tumbuhnya hanya manusia-manusia sampah

Era ini ilmu seperti sebuah alat musik
Meski melodi indah tapi lirik tak bermakna
Lalu yang terdengar? hanya bunyi berisik
Yang justru mengusik

Era ini ilmu seperti mata pisau
Yang jika engkau tak pandai memakainya
Justru akan membawa luka pada hidupmu

Aditya wisnuaji, lahir di Purbalingga,12-04 – 2000. Mahasiswa IAIN Purwokerto. Motto: Mencintai Allah & Rasul tidaklah sia sia. Email: [email protected]

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Terpopuler