Connect with us

Berita Utama

IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurun di Tahun 2021

Published

on

IMF prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun di tahun 2021.

IMF prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun di tahun 2021/Foto: Ketua Departemen Ekonomi dan Pembangunan, Bidang Ekuin, DPP Partai Keadilan Sejahtera, Farouk Abdullah Alwyni.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – IMF prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun di tahun 2021. Baru-baru ini Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia termasuk Indonesia dalam World Economic Outlook (WEO): Managing Divergent Recoveries pada bulan ini.

IMF terlihat mempunyai pandangan yang positif terhadap proses recovery, dan memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan mencapai 6% naik dari proyeksi Januari 2021 sebesar 5.5%. Sayangnya untuk Indonesia proyeksi pertumbuhan ekonominya justeru mengalami penurunan menjadi 4.3% dari 4.8% pada proyeksi Januari 2021.

Mengomentari hal tersebut, Ketua Departemen Ekonomi dan Pembangunan, Bidang Ekuin, DPP Partai Keadilan Sejahtera, Farouk Abdullah Alwyni dalam rilis yang diterima redaksi mengatakan bahwa, tahun ini saja sudah dua kali proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia diturunkan oleh IMF. Dalam laporan WEO Oktober 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan diproyeksikan akan mencapai 6.1%.

Farouk menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi terakhir IMF, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 bahkan berada dibawah rata-rata negara yang dikategorikan ASEAN-5 (4.9%) seperti Filipina (6.9%), Malaysia (6.5%), dan Vietnam (6.5%). Indonesia hanya berada diatas Thailand (2.6%), tetapi juga masih jauh berada dibawah rata-rata negara-negara berkembang di Asia (Emerging and Developing Asia) dan negara-negara berkembang dan berpendapatan menengah umumnya (Emerging Market and Middle-Income Economies) yang diproyeksikan akan tumbuh masing-masing 8.6% dan 6.9%.

“Memang proyeksi IMF terkadang berubah-rubah dalam satu tahun, dan tidak bisa dijadikan pegangan pokok, tetapi proyeksi ini paling tidak bisa dijadikan salah satu indikasi dalam mengevaluasi pertumbuhan ekonomi kita. Terlepas dari dampak persoalan Covid yang jelas berpengaruh terhadap proyeksi pertumbuhan di 2021, lemahnya infrastruktur kesehatan ditambah berbagai persoalan struktural yang lain berkontribusi menghambat pertumbuhan ekonomi kita” tegasnya, Kamis (15/4). (Red)

Baca Juga:  DKP Rutin Awasi Pembudidaya Rumput Laut

Loading...

Terpopuler