Berita UtamaHankamOpiniTerbaru

Imbangi AUKUS, Prancis Tingkatkan Kerjasama Militer Dengan Indonesia

Imbangi AUKUS, Prancis Tingkatkan Kerjasama Militer Dengan Indonesia
Imbangi AUKUS, Prancis tingkatkan kerjasama militer dengan Indonesia.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kesepakatan Prancis dengan Indonesia terkait penjualan 42 jet tempur Dassault Rafale dengan harga sekitar US$ 8,1 miliar serta serangkaian perjanjian terpisah untuk pengembangan kapal selam, satelit, dan amunisi telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu klien senjata terbesar Prancis di kawasan Indo-Pasifik.

Sebelumnya Indonesia sendiri sudah memiliki berbagai peralatan militer teknologi Prancis untuk memenuhi kebutuhan TNI dan sekarang menjadi komprehensif dengan pembelian jet tempur Rafale, pengembangan teknologi kapal selam kelas Scorphene, dan pengadaan FREMM.

Dengan kata lain teknologi militer Prancis kini telah melengkapi hampir seluruh sistem pertahanan yang ada mulai dari amunisi, radar, rudal, meriam, tank, ranpur, helikopter, pesawat latih, jet tempur, kapal selam, kapal perang permukaan hingga satelit. Tinggal bagaimana Indonesia mampu melobi Prancis untuk TOT guna pengembangan industri militer domestik di masa depan sebagaimana produksi ranpur dan rantis serta helikopter militer yang telah berjalan selama ini.

Baca Juga:  AS-NATO Mengamati Strategi Militer Rusia Dengan Mengorbankan Rakyat Ukaina

Kekecewaan Prancis terhadap (pengkhianatan) Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia terkait pembatalan kesepakatan pengadaan kapal selam senilai US$ 66 miliar untuk Australia dan pembentukan blok pertahanan trilateral AUKUS – tentu semakin membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatlan kerjasama strategis dengan Prancis.

Sementara Pakta AUKUS sendiri telah mengumumkan mengenai rencana pembuatan teknologi kapal selam bertenaga nuklir bagi Angkatan Laut Australia yang mendapat kecaman  banyak negara – terutama oleh Beijing yang semakin meningkatkan ketegangan di Laut Cina Selatan.

Terlepas dari itu, kabar baiknya adalah Prancis justeru mendekati Indonesia untuk menawarkan teknologi militer mutakhirnya termasuk investasi di bidang industri pertahanan.

Nah jika Indonesia jadi membeli Mirage 2000, ada baiknya sekalian meniru langkah AS dengan proyek rekayasa digital jet tempur F-16 bagi angkatan udaranya yang diharapkan dapat memudahkan dalam pemeliharaan dan peningkatan, serta menyediakan jalur bagi layanan untuk menemukan sumber manufaktur baru bagi suku cadang F-16 di masa depan.

Baca Juga:  Demokrat Masuk Tiga Besar Parpol Papan Atas di Indonesia, William Wandik: Pertebal Target Menang di Papua

Sehingga ke depan bisa saja Indonesia membuat Mirage 2000 made in Indonesia (rasa Rafale) seperti halnya India membuat Su-30MKI dengan teknologi cangkokan mutakhir baik avionik maupun rudalnya – menyusul proyek Falcon STAR-eMLU F-16 Indonesia yang sukses dan patut dibanggakan.

Betapa tidak bila Paman Sam sendiri kini sibuk dengan proyek upgrade F-5 Tiger II dan rekayasa digital F-16 Fighting Falcon mereka untuk pertahanan udara masa depan yang tampaknya terinspirasi ide pemanfaatan “roket bekas” oleh SpaceX dan Blue Origin yang kini menjadi pemain utama dalam bisnis peluncuran luar angkasa. (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 47