Connect with us

Ekonomi

IHA Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk 658 Kepala Keluarga Rohingya

Published

on

Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada 658 kepala keluarga Rohingya di Myanmar. (Foto: Istimewa)

Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada 658 kepala keluarga Rohingya di Myanmar. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Sittwe – Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk etnis Rohingya di Sittwe, Rakhine State, Myanmar. Bantuan kemanusiaan tersebut berupa bahan pangan dan kebutuhan non pangan yang disalurkan kepada 658 Kepala Keluarga yang berada di Camp Mour Tin Nya, Sittwe, Rakhine State.

Program Manager IHA Surya Rahman Muhammad menjelaskan Bantuan kemanusiaan ini merupakan bantuan dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui sejumlah anggota IHA di antaranya LAZ Nurul Hayat dan PKPU Human Initiative dan juga didukung oleh BUMN.

“Kegiatan pemberian bantuan ini merupakan langkah awal dimulainya program kemanusiaan IHA di Rakhine State, Myanmar yang sempat tertunda pelaksanaannya akibat konflik yang kembali memanas pada akhir Agustus 2017 yang menyebabkan lebih dari 671.000 etnis Rohingya di kawasan utara Rakhine State mengungsi ke Bangladesh,” kata Rahman dalam keterangan tertulis, Senin (16/4/2018).

Kata Rahman, bantuan tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Program Manager IHA, Surya Rahman bersama Tim IHA di sela-sela kunjungannya ke dalam kamp dan melakukan kajian di sejumlah township yang berada di wilayah Rakhine State. Pelaksanaan kegiatan pemberian bantuan tersebut difasilitasi oleh lembaga MAUK Myanmar.

Selama kunjungannya di sejumlah township di antaranya Kyauk Taw Township dan Mrauk U, Surya Rahman bersama Tim IHA juga melihat secara langsung sejumlah fasilitas pendidikan dan pasar rakyat di beberapa kampung muslim di Myanmar.

Loading...
Proses penyaluran bantuan kemanusiaan dari Indonesian Humanitarian Alliance (IHA). (Foto: Istimewa)

Proses penyaluran bantuan kemanusiaan dari Indonesian Humanitarian Alliance (IHA). (Foto: Istimewa)

Rahman mengungkapkan kondisi sekolah yang dimiliki masyarakat di kampung muslim tersebut sangat memprihatinkan. Konflik di Rakhine State pada tahun 2012 berdampak pada pembatasan akses bagi kelompok muslim termasuk ditutupnya akses layanan pendidikan bagi kelompok muslim oleh Pemerintah, sehingga masyarakat di kampung tersebut harus mendirikan fasilitas pendidikan sendiri. Pembatasan akses tersebut juga berdampak pada gerak dan langkah masyarakat di kampung tersebut untuk memperoleh kebutuhan pokok.

Baca Juga:  Tragedi Rohingya, GP Ansor: Tragedi Kemanusiaan Terparah di Asia Tenggara

“Untuk menunjang kebutuhan tersebut, masyarakat mendirikan pasar penghubung yang menjadi tempat berinteraksi dan bertransaksi antara komunitas Muslim dan Budhis,” ungkapnya.

Dia menambahkan, IHA yang merupakan kolaborasi organisasi dan lembaga masyarakat sipil Indonesia telah berkomitmen untuk melaksanakan program di Rakhine State, Myanmar selama 2 tahun dengan nilai total komitmen kurang lebih 26 miliar rupiah dan akan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, pangan dan non pangan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak konflik di Rakhine State, Myanmar.

“Diharapkan program IHA ini akan berdampak jangka panjang dan mendukung proses rekonsiliasi antar komunitas di Rakhine State, Myanmar,” pungkasnya. (red)

Editor: Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler