Kesehatan

Ibu Hamil Sebaiknya Tak Gunakan Doppler Pribadi

(Foto: Complete-healthcare)
(Foto: Complete-healthcare)

NUSANTARANEWS.COHome Doppler atau doppler rumah adalah alat yang sering kali digunakan oleh ibu hamil untuk mengukur detak jantung calon bayinya. Alat ini sangat populer karena dianggap memberikan kemudahan bagi ibu hamil yang memungkinkan seorang ibu melakukan pemeriksaat detak jantung janinnya sendiri tanpa mengunjungi dokter atau pun bidan.

Namun belakangan para bidan dan ahli kesehatan menentang penggunaan doppler rumah ini bagi para ibu hamil. Mereka menghimbau kepada para ibu untuk menggunakan doppler pribadi atau doppler rumah tersebut untuk mengukur detak jantung bayi yang belum lahir. Menurut para ahli kesehatan alat tersebut tidak lain hanya menyesatkan saja.

Mungkin tujuan para ibu memilikinya adalah benar, setiap ibu yang menantikan kelahiran bayinya selalu ingin memastikan bahwa bayi mereka dalam keadaan dan perkembangan yang baik. Namun mungkin apa yang terekam dalam doppler rumahan tersebut akan berbeda dengan kondisi bayinya dalam kenyataan. Ini sering kali membuat para orang tua terlena karena percaya bahwa bayi yang dikandungnya dalam kondisi aman.

Baca Juga:  Jumlah Penderita HIV/AIDS di Nganjuk Meningkat, Gunung Es Yang Harus Diselesaikan

Seorang bidan bernama Hannah Harvey menyatakan bahwa para ibu pengguna doppler rumahan ini semakin meningkat. Akan tetapi ini sangat disayangkan karena spesialis kandungan melihat hasil tes doppler bukan hanya untuk memastikan detak jantungnya normal. Semakin cepat atau lambatnya detak jantung juga perlu diperhatikan untuk memastikan bayi mereka tidak dalam kondisi tertekan.

“Percepatan dan perlambatan detak jantung, dapat menjadi tanda bahwa bayi dalam keadaan tertekan dan bisa mengakibatkan kematian bayi pada saat dilahirkan (kelahiran mati), ” jelas Harvey pada The Daily Mail.

Artinya seorang ibu mungkin hanya memastikan jantung bayinya berdetak dalam kecepatan yang normal. Namun ahli kandungan memiliki keahlian lebih untuk memastikan bayi mereka tidak dalam kondisi yang membahayakan.

Sebenarnya para bidan dan ahli kandungan menganjurkan dari pada para ibu membuang uang mereka untuk membeli alat perekam detak jantung, lebih baik bagi mereka untuk melatih diri memastikan bahwa anak mereka dalam kondisi baik dan normal melalui kesehatan yang selalu ia jaga, nutrisi yang baik dan seimbang serta mempelajari bayi mereka dari gerakan-gerakan yang mereka buat di dalam perut.

Baca Juga:  Jumlah Penderita HIV/AIDS di Nganjuk Meningkat, Gunung Es Yang Harus Diselesaikan

Ketidak setujuan terhadap penggunaan doppler oleh para ibu hamil juga disampaikan oleh Dr, Alison Wright yang merupakan wakil presiden Royal College of Obstetricians and Gynecologists. Ia banyak menemukan ketika alat ini tidak berfungsi degan baik saat digunakan oleh ibu hamil, seperti tidak berhasil merekam detak jantung janin atau tidak berfungsi secara stabil hal tersebut akan memicu kepanikan. Banyak ibu hamil yang tiba-tiba mengunjungi dokter dengan keadaan panik karena kesalahan teknis pada doppler mereka.

Di beberapa negara barat, pabrik-pabrik pembuat dopler mengatakan bahwa doppler seharusnya memang tidak dijadikan sebagai pengganti perawatan atau pemeriksaan medis. Namun, saat ini beberapa kampanye oleh para pemerhati kesehatan ibu dan anak menyuarakan agar penjualan doppler rumahan dilarang.

Penulsi: Riskiana

Related Posts

1 of 2