Connect with us

Puisi

Ibu, Banjir dan Ranjangnya – Puisi Syaifullah M

Published

on

Banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (21/12)/Foto via Republika Online
Banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (21/12)/Foto via Republika Online

Ibu, Banjir dan Ranjangnya

Hujan tengah malam
Mengalir deras di samping kamar tidurmu
Tidak juga membawa syahdunya gemercik
Hanya aliran sungai yang meluap luap
Bersama sebongkah kayu
Dari pabrik mafia di tengah hutan

Ibu sudah terlelap sejak pagi
Setengah hidup setengah mati
Kartu saktinya hanyut dibawa sungai
Obatnya habis, tak bisa ditebus

Dengkuran nya tak lagi terdengar
Kalah oleh bising suara,
Mesin mobil, mesin pabrik, mesin manusia
Keringatnya kalah oleh buruh pabrik
Yang diperbudak oleh tuannya

Ibuku,
Timbul tenggelam bersama sesak dalam ranjangnya
Melawan arus sungai yang membabi buta
Menenggelamkan diri dalam mimpi
Mencari kartu saktinya

Obat ditebus, ibu dibungkus
Purba

Kehadiranmu meruntuhkan istana
Terbawa angin yang menjelma sepi

Kau datang sendiri tanpa suara
Hanya berselendang sutra
Membungkus kota

Tak ada rahasia
Malam bercinta selayaknya raja dengan permaisurinya

Cintamu malam ini memantulkan cinta yang lain
Sorot matamu dijalan ini, menggemakan sorot matamu dijalan lain

Cintaku begitu purba
Setangkai melati yang hanyut terselamatkan dari gempa
Syaifullah M, Lelaki yang mencintai kata kata dan perempuan nya. Lahir di Lanongan, 21 tahun yang lalu. Mahasiswa S1 keperawatan Stikes Muh Lamongan. 11 buku terbit diantaranya Bahasa Cinta Para Nahkoda, Manusia-manusia Surga, Quantum Cinta, dll.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resinsi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: redaksi@nusantaranews.co atau selendang14@gmail.com.

Loading...

Terpopuler