Connect with us

Mancanegara

Ibnu Burdah Beberkan Tantangan Berat Muslim Eropa

Published

on

Dosen Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bersama Presiden Muslim Austria/Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Dosen Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus pakar kajian Timur Tengah Ibnu Burdah pada kesempatan mengajar di Vienna memperoleh laporan, bahwa saat ini di Eropa tengah meningkat sentiment (kebencian) terhadap ‘pendatang’. Ia mengatakan, ada tren ideologi nasionalis ekstrem jadi wacana dominan di sana.

Menurut pengakuan Presiden Muslim Austria, sebagaimana dijelaskan Ibnu Burdah, pertumbuhan ekonomi yang lambat dan banyaknya pengungsi jadi pemicu mengapa sentimen national tersebut di sana semakin menguat.

“Orang-orang kata teman pengajar di sana gampang sekali marah,” ujar dia kepada redaksi Nusantaranews, saat dihubungi.

Dirinya menambahkan, kendati jejak-jejak Islam dalam sejarah Austria kuat, tapi mayoritas muslim di sana adalah pendatang terutama dari Turki, Bosnia, Arab dan lain-lain.

“Jadi, muslim di sana sebagaimana di negara Eropa Lain menghadapi situasi tak nyaman. Apalagi ketika para politisi enktrem tengah pun mulai tertarik menyuaran isu-isu ala nasionalis ekstrem,” sambungnya mengutip Presiden Muslim Austria.

Lebih jauh lagi, di tengah situasi itu, usaha untuk membangun kesepahanan di internal muslim juga tak mudah. Sebab kata Presiden Muslim Austria, mereka (muslim Eropa) juga berasal dari latar yang beragam dan tentunya dengan kepentingan yang juga berbeda-beda.

Selain dari beberapa negara seperti Turki, Bosnia dan Arab, beberapa muslim di Eropa juga ada yang berasal dari Indonesia. Meski demikian, kata Ibnu Burdah jumlahnya sangat sedikit sekali.

“Yang dikhawatirkan tentu ketika masyarakat percaya kepada propaganda-propaganda politisi ekstrem kanan. Ini bisa membawa akibat fatal yakni kebijakan yang ultra nasionalis yang pasti menyebabkan diskriminasi yang berbahaya,” ungkap dia.

Pewarta/Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler