Connect with us

Ekonomi

Hong Kong-Shanghai Perkuat Kolaborasi Infrastruktur di Indonesia Melalui Inisiatif Belt and Road

Published

on

Hong Kong-Shanghai Perkuat Kolaborasi Infrastruktur di Indonesia Melalui Inisiatif Belt and Road

Penandatanganan MoU antara Chairman HKTDC Mr Vincent HS Lo dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (Foto: Achmad S/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Delegasi investasi tingkat tinggi Hong Kong-Shanghai mengunjungi Jakarta untuk mendiskusikan kerjasama dan kesempatan ekonomi di Indonesia, khususnya di bawah Belt and Road Initiative di tengah giatnya pembangunan infrastruktur di tanah air.

Baca juga: HKTDC Ungkap Isi Pertemuan Jokowi dengan Pelaku Bisnis dan Investor di Hong Kong

Diorganisasi oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) bekerjasama dengan Shanghai Federation of Industry and Commerce, delegasi tersebut terdiri dari Hong Kong dan Tiongkok dengan minat dan keahlian di bidang keuangan, konsultasi, arsitektur, energi, pengolahan air dan sampah, konstruksi dan keinsinyuran, hukum dan akunting, transportasi dan sektor-sektor lain.

Delegasi investasi ini akan bertemu dengan pemerintah dan para pemimpin bisnis Indonesia untuk mendorong kerjasama yang lebih erat Indonesia, Hong Kong dan Tiongkok di berbagai bidang.

Baca juga: Mempertanyakan Posisi Indonesia Dalam Jalur Sutra Maritim Abad 21

Chairman HKTDC Mr Vincent HS Lo mengatakan Belt and Road Initiative membawa kesempatan dan keuntungan yang nyata bagi Indonesia dan kawasan.

Indonesia, kata dia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu negara penggagas masyarakat ASEAN, berperan sangat penting dalam meningkatkan membentuk wujud Belt and Road Initiative ini.

Baca juga: Bangsa Indonesia Lupa Geopolitik

“Saya senang kepercayaan yang sudah terpupuk lama dengan Indonesia menjadi modal awal untuk bekerjasama,” kata Vincent dalam seminar bertajuk Kerjasama Strategis Indonesia-Hong Kong dalam Belt and Road Initiative yang digelar bersama oleh HKTDC, Chinese Chamber of Commerce, Hong Kong (CGCC) dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

“Menawarkan kombinasi permodalan, keahlian profesional dan kapabilitas produksi dari Hong Kong dan Shanghai, kami berharap dapat berkolaborasi dengan rekan kerjasama di Indonesia untuk mengubah kesempatan investasi ke dalam kerja sama bisnis yang menguntungkan,” tambah Vincent.

Baca juga: One Belt One Road, Strategi Cina Caplok Kedaulatan NKRI

Sementara itu, Co-Mission Leader Dr Jonathan Choi, Chairman CGCC dan Chairman Sunwah Grup menyampaikan, delegasinya merasa terkesan dengan prospek dari proyek-proyek pembangunan di Indonesia ke depan.

“Selain kebutuhan modal, kami juga melihat permintaan yang tinggi untuk solusi total bagi pengembangan infrastruktur. Di dalam delegasi kami, ada sejumlah perwakilan dari berbagai penyedia layanan, mulai dari arsitektur dan keinsinyuran, konstruksi, teknologi informasi, manajemen proyek dan operasi, sampai hukum dan manajemen resiko,” kata Jonathan.

“Mereka siap mengkontribusilan keahlian mereka untuk proyek-proyek pembangunan yang sudah direncanakan,” tambahnya.

Baca juga: Masihkah Bangsa Indonesia Ingat Tinggal Landas?

Sekadar diketahui, seminar ini juga menampilkan tokoh ternama di bidang bisnis dan investasi termasuk Pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir, Pendiri dan Pemimpin CT Corp Chairul Tanjung, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, Chairman Shanghai Geoharbour Construction Group Mr Xu Shilong dan Wakil Ketua Umum KADIN Shinta Widjaya Kamdani.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara Chairman HKTDC Mr Vincent HS Lo dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Pewarta: Achmad S
Editor: Eriec Dieda

Advertisement
Advertisement

Terpopuler