Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Hizbullah Balas Serangan Jet Tempur Israel dengan Puluhan Roket

Hizbullah Balas Serangan Jet Tempur Israel dengan Puluhan Roket
Hizbullah balas serangan jet tempur Israel dengan puluhan roket/Foto: Tasnim News

NUSANTARANEWS.CO, Beirut – Hizbullah merespon serangan Israel di Lebanon selatan dengan menembakkan puluhan roket Katyusha kaliber 122 mm. Menurut laporan media televisi Lebanon, sedikitnya 20 roket ditembakkan ke posisi militer Israel di Shebaa Farms. Eskalasi ini terjadi setelah jet Israel menyerang sebuah lokasi yang diklaim Tel Aviv sebagai situs peluncuran roket di Lebanon.

PressTV melaporkan bahwa menurut sebuah sumber keamanan Lebanon, roket diluncurkan dari daerah al-Arqoub, dekat kota Shebaa di Lebanon.

Akibat serangan balasan tersebut, sirene serangan udara meraung-raung di Galilea dan di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel sejak perang 1967.

Media Israel melaporkan bahwa penduduk pemukiman di utara wilayah pendudukan telah diminta untuk tinggal di rumah.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dan Menteri Urusan Militer rezim Benny Gantz langsung mengadakan pertemuan darurat di tengah serangan mendadak jet-jet tempur Israel di Lebanon selatan.

Baca Juga:  UMKM di Jawa Timur Layak Diberi Subsidi Ongkos Angkut

Menurut Al Jazeera, militer Israel menembakkan bom fosfor di wilayah Lebanon di sekitar perbukitan Kafr Shuba dekat perbatasan, menyebabkan kebakaran di lahan-lahan pertanian Lebanon.

Militer Israel juga mengkonfirmasi bahwa mereka telah melakukan tembakan artileri di daerah-daerah Lebanon selatan.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan bahwa serangan udara Israel yang pertama menargetkan desa-desa sejak 2006 – semakin jelas menunjukkan “niat agresif” Israel terhadap negaranya.

Aoun juga mengatakan serangan itu merupakan ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitas Lebanon selatan dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Shebaa Farms adalah daerah kantong perbatasan Israel, Lebanon, dan Suriah. Israel mengklaim daerah itu adalah bagian dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki sejak 1967. Sementara PBB mengatakan daerah itu adalah bagian dari Suriah.

“Ini adalah situasi yang sangat serius dan kami mendesak semua pihak untuk menghentikan tembakan,” kata pasukan yang dikenal sebagai UNIFIL. Komandan pasukan, Jenderal Stefano Del Col, mengatakan pasukan itu berkoordinasi dengan tentara Lebanon untuk memperkuat langkah-langkah keamanan di daerah itu.

Baca Juga:  BEMSU Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD Sumenep, Tolak Kenaikan Harga BBM

Israel telah berulang kali mengancam akan menyerang desa-desa perbatasan di Lebanon selatan yang dicurigai sebagai lokasi penempatan roket-roket Hizbullah. (Banyu)

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 3,053