Connect with us

Ekonomi

Hipmi Minta Mahathir Mohamad Perbaiki Hubungan Perdagangan Malaysia-Indonesia

Published

on

Indonesia dan Malaysia. (Foto: Ilustrasi/Istimewa/NusantaraNews)

Indonesia dan Malaysia. (Foto: Ilustrasi/Istimewa/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Banyak harapan yang disematkan ke pundak Mahathir Mohamad yang menorehkan kemenangan bersejarah dalam perhelatan Pemilu Mayalsia. Secara mengejutkan, pria yang kini sudah berusia 92 tahun itu sukses menumbangkan petahana, Najib Tun Razak dari Barisan Nasional yang sudah menjadi penguasan panggung perpolitikan Negeri Jiran selama kurun 60 tahun terakhir. Salah satu harapan yang disematkan ialah membaiknya perdagangan Malaysia dan Indonesia.

Menurut ketua umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Bahlil Lahadalia perdagangan Indonesia-Malaysia mengalami tren penurunan, sejalan dengan pasang-surut hubungan persahabatan kedua negara.

Sebab itu, dengan terpilihnya perdana menteri baru tersebut, kedua negara melakukan restorasi hubungan dagang ke depan.

“Perdagangan dengan Malaysia harus membaik,” singkat Bahlil, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Dia menjelaskan kondisi perdagangan Indonesia-Malaysia beberapa tahun terakhir. Menurutnya, penurunan nilai perdagangan Indonesia-Malaysia bernilai US$ 23,52 miliar atau setara dengan 6,16 persen dari total perdagangan Indonesia dimulai sejak 2012.

Kemudian pada 2014, menurun menjadi US$ 20,59 miliar atau tumbuh negatif 14,19 persen dibandingkan 2013 yang bernilai US$ 23,99 miliar. Proporsi nilai perdagangan Indonesia dan Malaysia terhadap total perdagangan Indonesia pun menurun. Pada 2014, kontribusi perdagangan Indonesia dan Malaysia sebesar 5,81 persen terhadap total perdagangan Indonesia. Proporsi ini menurun menjadi 5,1 persen pada 2016 hingga 2017.

Bahlil mengatakan, di ASEAN posisi Malaysia sangat strategis bagi Indonesia sebab Negara Jiran itu merupakan pasar terbesar kedua Indonesia setelah Singapura sebagai tujuan ekspor Indonesia.

“Malaysia menempati posisi ke lima besar dunia negara tujuan ekspor utama Indonesia. Sedangkan Cina merupakan negara tujuan ekspor pertama Indonesia,” katanya. (red/nn)

Baca Juga:  Menuju Purbalingga Smart City

Editor: Gendon Wibisono

Loading...

Terpopuler