Connect with us

Politik

Debat Capres-Cawapres Ke-3 Disarankan Pakai Lampu Otomatis

Published

on

pribadi prabowo, prabowo subianto, menyerang pribadi, jokow widodo, kebiasaan joko widodo, nusantara news, nusantaranews, debat calon presiden

Debat calon presiden tahun 2019. (Foto: Dok. KPU RI)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Debat Capres-Cawapres 2019, sudah berlangsung dua kali. Namun ada hal yang dinilai menganggu jalannya debat, yakni interupsi moderator.

Untuk itu, Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters Indonesia (SVT) Adhie M Massardi pada sebuah kesempatan di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu (19/2) menyarankan agar di debat ke-3 nanti, interupsi tersebut tidak terulang lagi.

“Saya menyarankan kepada penyelenggaranya harus lebih profesional. Yang kemarin itu sudah lebih bagus dari yang pertama. Cuma karena ini sosok-sosok yang ditampilkan ini para tokoh, sebaiknya tidak diinterupsi oleh moderator,” ungkap mantan Jubir Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid tersebut.

“Soal waktu kan sering kita dengar, waktu sudah habis, waktu sudah habis. Itu kan menganggu,” sambungnya.

Untuk membatasi dan tidak memotong pemaparan dari masing masing kandidat, maka ia mengusulkan kepada pihak penyelenggara, khususnya KPU untuk menggunakan lampu otomatis pembaca waktu.

Loading...

“Seharusnya pakai lampu, kalau lampu kuning nyala, kalau lampu merah nyala maka dengan sendirinya mati,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Adhie masyarakat nantinya juga akan terlatih untuk menghormati orang yang sedang bicara. Sebaliknya jika sering diintersep, menurutnya justru akan memakan waktu lebih.

“Ini selain mengangu pendengar, pasti juga menganggu konsentrasi yang bicara,” jelasnya.

“Dan satu menit itu kurang untuk berkomentar.”

Ia menjelaskan, jadi misalnya lampu kuning menyala maka itu pertanda akan habis. Sehingga lima belas detik sebelum waktu habis, mereka bisa menyiapkan penutup.

“Jadi pakek sinyal. Itu akan lebih bagus dan lebih menghormati orang-orang yang dihormati publik. Soalnya orang orang ini kan akan dipilih oleh rakyat. Jadi harus diberi kehormatan yang cukup lah,” tandasnya.

Baca Juga:  Ini Strategi Sandiaga dan Ma'ruf Amin dalam Menyelesaikan Persoalan Kebudayaan Indonesia

Pewarta: Romandhon

Loading...

Terpopuler