Connect with us

Budaya / Seni

Himne Guru, Teriring Doa Buat Guru Sartono

Published

on

himne guru, guru sartono, puisi gus nas, nasruddin anshory, puisi guru, doa guru, puisi doa, puisi indonesia, puisi nusantara, penyair indonesia, syair seorang guru, doa untuk guru, nusantara news, nusantaranews

Seorang guru sedang mengajar. (Foto: Ilustrasi/riau.go.id)

Himne Guru, Teriring Doa Buat Guru Sartono

Puisi HM Nasruddin Anshoriy Ch (Gus Nas)

Selamat pagi guru, ijinkan bait-bait puisi ini kukalungkan pada sayap-sayap merpati yang terbang tinggi, teriring doa-doa pagi yang tiada henti.

Guru adalah peziarah cinta yang pergi mengembara tapi hanya sedikit yang menemukan jalan bahagia, kerana betapa pun jauh berkelana jiwa mereka, jejak langkahnya selalu ada genangan airmata.

Guru adalah mata air kegembiraan dan kepedihan yang tiap desah nafasnya menebarkan aroma ketakjuban, sebab ilmu yang diajarkan akan menumbuhkan humus dan kamus bagi mekarnya akal budi dan kemanusiaan.

Loading...

Guru adalah suluh perindu yang mewartakan luasnya cakrawala pengetahuan dan gugusan ilmu, seperti raja tanpa mahkota dan tak bertakhta, yang tutur katanya menjelma api atau abu bagi para muridnya.

Guru adalah pohon ilmu yang menumbuhkan akar nalar dan membuahkan keajaiban bagi semesta. Manusia yang merelakan hatinya untuk menjadi tangga bagi kerajaan surga, yang ikhlas berbagi dalam ilmu dan laku, yang mewakafkan cinta di kedalaman samudera, agar anak-didik tahu bahwa menggenggam dunia hanya akan tercipta jika hidup dimulai dengan membaca.

Maka terpujilah engkau wahai guru, manusia yang menyempurnakan hidupnya sebagai penabur ilmu, sebab cahaya terang bagi kehidupan dan pelita cinta bagi kebahagiaan akan selalu memancar sebagai mata air amal dan ibadah abadi dalam wujud pengabdian dan laku hingga langkahmu berakhir di ujung zaman.

Warisanmu adalah rumah kehidupan, susuh angin yang dihinggapi oleh desah nafas kebajikan, jejak jiwa burung bangau yang selalu ziarah menuju semesta, galih jiwa pohon kehidupan yang akarnya bermuara di tujuh samudera.

Baca Juga:  Ada Balap Sepeda Asian Games 2018, Jalan Utama Purwakarta dan Subang Ditutup Sementara

Hari ini kuhaturkan kado cinta berpita ungu untukmu, Guru …

 

Gus Nas Jogja 2019

 

HM Nasruddin Anshoriy Ch atau biasa dipanggil Gus Nas mulai menulis puisi sejak masih SMP pada tahun 1979. Tahun 1983, puisinya yang mengritik Orde Baru sempat membuat heboh Indonesia dan melibatkan Emha Ainun Nadjib, HB. Jassin, Mochtar Lubis, WS. Rendra dan Sapardi Djoko Damono menulis komentarnya di berbagai koran nasional.

 

 

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resinsi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler