Connect with us

Hankam

Helikopter Attack T129 Buatan Turki Dikabarkan Bakal Jadi Pendamping Helikopter AH-64E

Published

on

Helikopter Attack T129 (Foto Istimewa)

Helikopter Attack T129 (Foto Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Helikopter Attack T129 yang sedang dikembangkan kembali Industri Penerbangan Turki dengan menggandeng AgustaWestland dikabarkan, akan menjadi pendamping Helikopter AH-64E Apache Guardian.

Sebagaimana diketahui saat ini Turki terus memproduksi dan mengembangan helikopter terbarunya yakni Attack T129. Alutsista udara ini digunakan untuk pasukan angkatan darat Turki dalam melancarkan serangan serta digunakan sebagai helikopter pengintai taktis.

T129 sendiri dikembangkan dari AW129 dan pendahulunya yakni A129 Mangusta. Pada Maret 2007 lalu, Angkatan Bersenjata Turki menempatkan kontrak senilai $ 3 milyar dengan AgustaWestland untuk 51, ditambah 41 opsional, helikopter Mangusta A129 untuk dirakit sebagai T-129. Dimana dengan kontraktor utama di bahwa naungan program ATAK.

Pengembangan T129 mulanya dimulai sejak Juli 2008. Tinjauan persyaratan sistem (SRR) dan tinjauan desain awal (PDR) selesai pada tahun 2009, dan penerbangan perdana dari prototipe T-129 P1 berlangsung pada 28 September 2009.

Baca Juga: Militer Indonesia Diminta Gerak Cepat Lengkapi Kebutuhan Alutsista

Pada 19 Maret 2010, prototipe itu jatuh saat uji ketinggian tinggi di dekat Verbania di Italia Utara, karena hilangnya daya di rotor ekornya. Penerbangan pertama dari prototipe helikopter Turki pertama telah selesai di fasilitas TAI di Ankara pada 17 Agustus 2011.

Pada bulan November 2010, Turki menempatkan kontrak € 150m dengan AgustaWestland untuk sembilan helikopter serang T129, sehingga jumlah total pesanan menjadi 60.

Sementara itu mengenai Helikopter AH-64E Apache Guardian merupakan alutsista bikinan Amerika Serikat. Helikopter Apache produksi Paman Sam ini disebut-sebut sebagai salah satu helikopter tempur tercanggih dan terhebat saat ini.

AH-64E Apache bisa dioperasikan dalam berbagai medan dan cuaca. Selain itu, ia dikendalikan oleh dua awak dan persenjataan utamanya adalah sebuah meriam rantai M230 30 mm yang terletak di bawah moncongnya.

Baca Juga:  Ritual Senja, Ritual Tahunan

Helikopter ini juga bisa membawa kombinasi persenjataan lain seperti AGM-114 Hellfire dan pod roket Hydra 70 empat tenggekan pada pilon pangkal sayap.

Editor: Alya Karen

Loading...

Terpopuler