Hebohnya Beli Senjata Miliaran Dolar Made in Itali dan Paris

Hebohnya Beli Senjata Miliaran Dolar Made in Itali dan Paris
Hebohnya Beli Senjata Miliaran Dolar Made in Itali dan Paris.

NUSANTARANEWS.CO – Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas tentu membutuhkan angkatan perang yang kuat untuk mejaga wilayah kedaulatannya. Dengan luas wilayah mencapai 5.193.250 km persegi dan 17.508 pulau maka Indonesia adalah “Raksasa di Asia Tenggara”, di tambah lagi dengan populasinya sebesar 271.349.889. Bandingkan dengan Uni Eropa yang luasnya mencapai 4.324.782 km, terdiri dari 28 negara dengan populasi lebih dari 500 juta.

Masih terngiang di telinga ketika belajar di Sekolah Dasar (SD), bahwa letak geografis Indonesia sangat strategis. Bahwa Indonesia berada di antara dua benua besar, yaitu benua Asia dan benua Australia serta Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Nah, hari ini, letak geografis strategis itu telah diberi nama artificial sebagai kawasan “Indo-Pasifik” (dalam konteks geopolitik Paman Sam dan NATO artinya battlefield dalam perang melawan Cina.

Sayangnya, menurut catatan banyak media asing hingga abad 21 ini, wajah Indonesia masih dikenal dengan keindahan Pulau Bali saja. Selebihnya dalam jejak digital media hanya kemiskinan dan keterbelakangan – tidak banyak informasi diketahui terkait ekonomi, teknologi atau militer – dengan kata lain Indonesia seakan berada di planet lain.

Namun dengan adanya pembelian 36 Jet tempur Dassault Rafale Made in France dan 6 fregat berpeluru kendali FREMM Made ini Italy serta dua fregat kelas Maestrale bekas Angkatan Laut Itali bernilai milyaran dolar ternyata tidak hanya memberi efek deteren semata – kali ini sekaligus membuat melek mata dunia untuk lebih mengenal Indonesia.

Sebuah catatan menarik adalah bahwa belanja alutsista besar-besaran Made in France dan Made in Italy ternyata lebih heboh ketimbang belanja F-15 Eagle II buatan Boeing Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:  Garuda Muda Gagal Melaju ke Final Piala AFF 2019 U18

Pembelian 36 jet tempur Rafale memang cukup menghebohkan, karena sejauh ini Angkatan Udara Indonesia boleh dikata “lemah” jika dibandingkan dengan Singapura yang memiliki 60 Jet tempur F-16 baru dan 40 jet tempur F-15SG. Atau Malaysia yang memiliki 18 jet tempur Su-30MKM, 10 jet tempur MiG-29N, dan 8 jet tempur F-18D. Atau Vietnam dengan 12 Su-27 dan 24 Su-30MK.

Demikian pula dengan pembelian fregat berpeluru kendali FREMM yang memiliki kinerja siluman, jelas sebuah lompatan yang cukup signifikan bagi peningkatan kekuatan militer Indonesia, khususnya TNI AL sehingga mencapai level tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Terlepas dari itu, yang jelas pembelian 36 jet tempur Dassault Rafale Prancis dan 6 fregat FREMM Itali serta Boeing F-15 Eagle II cukup membuka mata semua orang untuk melirik Indonesia. (Agus Setiawan)