Connect with us

Ekonomi

Heboh, Tujuh Berita Kemarin yang Masih Hangat Dibaca

Published

on

AS-Sekutu, Cina dan Rusia Bersiap Keroyok Korea Utara. Ilustrasi/Foto: YouTube
AS-Sekutu, Cina dan Rusia Bersiap Keroyok Korea Utara. Ilustrasi/Foto: YouTube

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sejumlah sajian tulisan/berita penting terhidang dalam pemberitaan Nusantaranew.co pada Kamis (27/4/2017) kemarin. Tujuh tulisan penting yang masih hangat dan layak dibaca hari ini adalah sebagai berikut.

Pertama, Wacana reshufle jilid III yang akan segera digulirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasca gelaran Pilkada DKI, menurut Dosen Fisipol UIN Jakarta Adi Prayitno dilakukan sebagai bentuk evaluasi loyalitas partai-partai koalisi pemerintah. Menurutnya ada dua partai yang setidaknya menjadi sorotan tajam Jokowi yakni PAN dan PPP. (Baca: Dianggap Tak Puaskan Jokowi, PAN dan PPP Terancam ‘Ditalak’)

Kedua, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi ke Indonesia Triwulan pertamab atau Januari-Maret 2017 mencapai Rp 165,8 triliun. Sebesar Rp 97 triliun atau 58,5% di antaranya adalah penanaman modal asing (PMA). Negara yang menanam modal di Indonesia, salah satunya Singapura yang tercatat paling rajin menanamkan modalnya yang US$ 2,1 miliar. (Baca: Ini Negara Asing yang Investasi Terbanyak di Indonesia)

Ketiga: Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, belakangan ini menjadi sorotan. Sebab, ia yang dianggap sudah tak bisa membantu banyak Presiden Jokowi itu, kini dipandang makin ‘tak sadar diri’ atas pernyataannya yang membuat publik makin gerah. Pernyataannya yang terakhir ia menyebut satu orang Indonesia menanggung utang negara masing-masing sebesar Rp13 juta.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, mengungkapkan bahwa pernyataan itu tidak elok dilontarkan oleh seorang Menteri di tengah-tengah situasi ekonomi yang makin lesu. (Baca: Menkeu Sebut Rakyat Punya Utang Rp13 Juta per Orang, DPR: Bagai Petir di Siang Bolong)

Keempat, Tim Satgas KPK geledah dua kantor yaitu PT Mugi Rekso Abadi (MRA) dan PT Dimitri Utama Abadi (DUA) yang terletak di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu, (26/4/2017). PT MRA dan PT DUA merupakan perusahaan tempat Soetikno Soedarjo bekerja. Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan penggeledahan ini merupakan yang kedua kali. Sebelumnya KPK juga telah melakukan penggeledahan pada tanggal 18-19 Januari 2017 lalu. (Baca: Skandal Emirsyah Satar; KPK Geledah Kantor Soetikno Sudarjo)

Baca Juga:  Skandal Emirsyah Satar, KPK Kembali Panggil Saksi yang Dicegah ke Luar Negeri

Kelima, Kepala Komando Pasifik Amerika Serikat, Laksamana Harry Harris mengatakan, AS telah siapkan teknologi terbaik untuk mengalahkan ancaman rudal nuklir Korea Utara. Bahkan, Amerika sendiri sejauh ini telah mengerahkan sejumlah kapal perang dan kapal selam ke semenanjung Korea. Sebelumnya Cina mengomentari bahwa sistem rudal Thaad yang dikirim AS ke semenanjung Korea merupakan sebuah ancaman keamanan. (Baca: AS Kirim Thaad Ke Korut, Cina Luncurkan Dua Kapal Induk Terbaru)

Keenam, Politik bunyi-bunyian mendorong pencopotan Yorrys Raweyai sebagai Kordinator Bidang Polhukam DPP Golkar mulai mengemuka. Ketua Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Timur, Aziz Samual meminta DPP pimpinan Golkar mengaambil langkah tegas menyusul pernyataan Yorris yang menyenggol status hukum Ketua DPP Golkar Setya Novanto terkait kasus korupsi e-KTP. (Simak: Desakan Pemecatan Yorrys Mulai Bertalu Di Golkar)

Ketujuh, Pengamat Poltik UIN Jakarta Adi Prayitno menilai isu reshuffle bukanlah isapan jempol semata. “Jika melihat pernyataan Jokowi saat menghadiri FEU yang diselenggarakan MUI pada Sabtu lalu, sepertinya Jokowi akan melakukan resuffle jilid III,” katanya kepada Nusantaranews, Kamis (27/4/2017). (Telusur: Tiga Alasan Jokowi Hendak Reshuffle Pasca Pilkada DKI)

Editor: Achmad Sulaiman

Terpopuler