Connect with us

Hukum

Hasto Kristiyanto Dinilai Menghina Prabowo Subianto

Published

on

hasto kristiyanto, hina prabowo, fitnah prabowo, sekjen pdip, bawaslu, nusantaranews, nusantara news, berita nusantara

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: Dok. NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dinilai telah menghina Prabowo Subianto dengan ucapan ‘masyarakat ini mau milih yang mana, mau penyebar fitnah atau difitnah?’ saat acara Safari Kebangsaan di Lebak, Banten pada 20 Desember lalu. Pernyataan Hasto tersebut dikutip sejumlah media nasional.

Tim advokat Indonesia Bergerak menilai pernyataan Hasto sebuah penghinaan, fitnah dan ujaran kebencian terhadap diri Prabowo yang menjadi pesaing Jokowi di Pilpres 2019.

“Pernyataan saudara Hasto Kristiyanto yang cenderung fitnah, menghina, atau pun ujaran kebencian terhadap Pak Prabowo tersebut berpotensi melanggar UU Pemilu,” kata koordinator tim advokat Indonesia Bergerak, Djamaluddin Koedoeboen, Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Menyebut ‘masyarakat ini mau milih yang mana, mau penyebar fitnah atau difitnah?’, Hasto dinilai melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf C dan D Jo Pasal 521 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Pasal C dan D ini menyebutkan bahwa pelaksana, peserta dan tim kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan/atau peserta Pemilu yang lain. Dilarang menghasut dan mengadu domba perseorangan atau pun masyarakat.

Loading...

Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, yang pada Masa Kampanye ini telah menghina dan memfitnah Pak Prabowo Subianto selaku capres lawannya,” ujar Djamaluddin.

Karenanya, Tim Advokat Indonesia Bergerak dengan pelapor atas nama Nita Puspita Sari berencana menyeret Hasto ke Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI).

(bya/asq)

Editor: Banyu Asqalani

Loading...

Terpopuler