Connect with us

Peristiwa

Hasil Survei, Independensi Media Dikendalikan Pemerintah

Published

on

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Tim Peneliti Indeks Kebebasan Pers, Anton Prasodjo menerangkan pada tahun 2015 kebebasan pers Idonesia berada dalam posisi agak bebas/fairly free 63.04 persen disemua provinsi. Menurutnya ancaman kebebasan pers terjadi di dalam konteks kepentingan pemilik media.

“Independensi media masa dipengaruhi oleh kepentingan pemilik media,” kata Anton, saat menjadi salah satu narasumber pada diskusi hasil penelitian Indeks Kemerdekaan Pers 2016 yang diadakan oleh dewan pers, Selasa (8/8/2017).

Dari survei yang dilakukan tahun 2016, dengan 24 provinsi, Anton menemukan masih ada perusahaan media berafiliasi pada kekuatan politik tertentu di daerah setempat.

Baca Juga:
Media ‘Meremahkan’ Kekuatan Umat
Gerindra Anggap Wajar Prabowo Ekspresikan Kekecewaannya Kepada Media
Reuni 212 Luput Dari Pemberitaan Media Mainstream, Rocky Gerung: Penggelapan Sejarah

“Kendati individu atau entitas bisnis bebas mendirikan media, namun keberlanjutan perusahaan masih dikendalikan oleh pemerintah daerah, perusahaan komersial dan partai politik,” jelas Anton.

Peluang dan tantangan kata dia, hampir semua Provinsi, aspek kemerdekaan menyangkut kebebasan dalam melakukan pemberitaan dan penyampaian informasi secara objektif.

Baca Juga:
Etnis Uighur Ditindas, Yusril Ingatkan Pemerintah Cina Patuhi Piagam PBB dan Deklarasi Universal HAM
Suap di Kemenpora, Gerindra: Perkuat Bukti Pemerintahan Jokowi Sangat Koruptif
Jalan Raya Gubeng Ambles, DPRD Jatim Minta Pemerintah Usut Tuntas

“Kualitas kemerdekaan pers di provinsi-provinsi dengan indeks baik ditentukan oleh kualitas di bidang politik dan hukum dan jurnalisme warga menjadi sumber informasi alternatif bagi publik,” pungkasnya.

Pewarta: Ucok Al Ayubbi
Editor: Romandhon

Terpopuler