Ekonomi

Harga Sawit dan Karet Anjlok, BPN Prabowo-Sandi Pertanyakan Kemampuan Jokowi

harga tbs sawit, harga sawit, sawit nunukan, nunukan, cpo, petani sawit, kadin nunukan, perbatasan malaysia, perbatasan indonesia, warga perbatasan, petani perbatasan, kebun sawit, perkebunan sawit, kalimantan utara, nusantaranews
Kepala Sawit. (Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengkritisi tata kelola ekonomi pemerintahan Joko Widodo yang dianggap gagal memberikan kestabilan harga jual komoditas kelapa sawit dan karet.

“Jebloknya harga karet dan kelapa sawit menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menciptakan tata kelola ekonomi yang baik. Tentu hal ini berdampak kepada semakin menderitanya masyarakat khususnya para petani karet dan kelapa sawit,” ujar Anggawira saat dihubungi, Rabu (26/12/2018).

Baca juga: Harga Karet Anjlok, Rizal Ramli: Kebijakan Pro Petani Karet Lebih Penting dari Paket Ekonomi Jilid 16

Lebih lanjut, Anggawira yang juga merupakan Ketua Badang Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) ini juga mengkritik pernyataan Jokowi yang merespons turunnya harga kelapa sawit dengan mensarankan petani beralih menanam jengkol. Menurutnya, hal itu menunjukkan ketidakmampuan Jokowi.

“Ini kan ironis sekali, ketika harga sawit anjlok malah petaninya disuruh tanam jengkol. Itu menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam menjalankan pemerintahan. Seharusnya pemerintah buat rencana kebijakan merespon hal ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Anggaran Ekonomi Dikepras, Postur APBD Jawa Timur 2023 Tak Pro Rakyat

Anggota BPN Prabowo-Sandi ini menekankan kepada masyarakat perlunya memilih presiden yang memiliki pemahaman intelektual yang baik serta berpihak pada rakyat.

Baca juga: Solusi Jokowi Terkait Jatuhnya Harga Sawit Dinilai Tak Cerminkan Diri Sebagai Seorang Presiden

“Makanya April 2019 kita ganti Pak Jokowi dengan Pak Prabowo yang bisa memberikan solusi terhadap permasalahan. Agar tercipta ekonomi yang stabil dan memberikan kemakmuran sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutupnya.

Seperti yang diketahui, saat ini memang harga komoditas karet dan kelapa sawit sedang anjlok. Harga jual karet petani saat ini tercatat jatuh di kisaran Rp 6.000 per kilogram sedangkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit jatuh hingga menyentuh angka 400-500 rupiah per kilogram.

(eda/bya)

Editor: Banyu Asqalani

Related Posts

1 of 3,057