Harga Pakan Ternak dan Jagung Pipil Tinggi, Peternak Telor Ayam di Jatim Menjerit

Harga pakan ternak dan jagung pipil tinggi, peternak telor ayam di Jatim menjerit.
Harga pakan ternak dan jagung pipil tinggi, peternak telor ayam di Jatim menjerit.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Harga pakan ternak dan jagung pipil tinggi, peternak telor ayam di Jatim menjerit. Anggota Komisi B DPRD Jatim Noer Soetjipto mengatakan saat ini peternak telor ayam di Jatim menjerit. Pasalnya, sekarang ini harga telor di tingkat peternak anjlok. Penyebabnya adalah mahalnya harga pakan ayam dan jagung kering pipil di pasaran.

Menurut politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan peternak telor ayam di Jatim merugi diantaranya untuk faktor utama petani tidak bisa bersaing salah satunya dengan pengusaha pabrik pakan ternak di Jatim.

“Perusahaan pakan ternak tersebut selain diijinkan produksi DOC, ternyata juga diijinkan usaha peternakan. Ini kesalahan pemerintah memberikan ijin investasi ke pabrik pakan ternak bisa hulu sampai hilir,” jelas politisi asal Partai Gerindra ini.

Pria asal Trenggalek ini mengungkapkan saat ini peternak seolah tidak diberi ruang berusaha oleh pemerintah. “Justru sekarang ini dibenturkan dengan pengusaha besar ibaratnya bumi dan langit. Kalau pemerintah tidak mengoreksi perijinan dan membiarkan investor ambil bagian peternak ya semua peternak ayam petelor Jatim mati semua,” lanjutnya.

Bahkan, Noer Soetjipto membandingkan dengan pemerintah dahulu terkait keberpihakan pemerintah pada peternak telor ayam. “Beda jaman pemerintahan Soeharto. Dulu pabrik hanya boleh buat pakan ternak dan pabrik pakan ternak tidak boleh jadi peternak. Jadi dengan kebijakan tersebut peternak bisa hidup,” jelasnya.

Terpisah, ketua KSB Peternak ayam kabupaten Blitar Gandi membenarkan pernyataan Noer Soetjipto tersebut. Menurutnya sekarang ini harga telor ayam turun drastis dimana harga telor ditingkat peternak sebesar Rp 14 ribu per kilo. “Bahkan ditawar mencapai Rp 13,500 hingga Rp 13 ribu. Jelas harga telur saat ini hancur,” ujarnya.

Baca Juga:  UU Tax Amnesty Tidak Adil Bagi Rakyat yang Taat Bayar Pajak

Para peternak kecil karena harga telor hancur, sambung Gandi, pilih tutup usaha daripada mengalami kerugian besar. “Mereka lebih baik tutup, karena untuk bertahan hidup dengan mengandalkan ternak ayam dengan harga telor yang hancur akan sulit. Apalagi saat ini tengah pandemi,” tandasnya.(setya)