Connect with us

Ekonomi

Harga Minyak Global Bisa Turun Hingga US$ 10 Per Barrel

Published

on

Harga Minyak Global Bisa Turun

Harga minyak global bisa turun. Ilustrasi foto: Inc.Com

NUSANTARANEWS.CO – Harga minyak global bisa turun hingga US$ 10 per barel. Industri minyak tampaknya sedang mengalami tahun-tahun yang sulit. Seorang pakar analis minyak terkemuka dunia asal Norwegia, Jarand Rystad CEO dan pendiri Rystad Energy, memperkirakan bahwa hal tersebut bisa saja terjadi. Menurut jarand, Ini adalah peristiwa paling dramatis setelah peristiwa-peristiwa seperti krisis keuangan, Chernobyl dan krisis minyak 1986.

Pada hari Rabu, harga minyak Laut Utara turun 14 persen menjadi US$ 24,67 per barel, mencapai titik nadir sejak 2003. Kata Rystad, dampak pandemi coronavirus dan Perang Harga antara Arab Saudi dan Rusia untuk mengisi kembali pasokan minyak, memaksa harga turun ke level antara US$ 15 dan US$ 10 per barel.

Namun, pakar minyak ini memperkirakan bahwa, jika harga minyak tetap rendah selama satu setengah tahun ini, akan menjadi dasar terbaik untuk menciptakan lonjakan harga minyak yang sangat besar sesudahnya. Semakin dalam kita pergi, semakin besar mundurnya.

Perhitungan Rystad adalah bahwa industri minyak Norwegia menghadapi masa sulit hingga lonjakan pada 2022/2023.

Seperti diketahui, Norwegia adalah salah satu pengekspor minyak mentah terkemuka dunia. Sektor minyak dan gas merupakan penyumbang 18 persen dari PDB negara tersebut, dari total ekspor Norwegia sebesar 62 persen.

Diberitakan, harga minyak global telah turun dari sekitar US$ 66 per barel di sekitar Tahun Baru menjadi jatuh hingga di bawah US$ 30 per barel setelah kegagalan OPEC + untuk menyepakati pengurangan produksi di tengah pandemi global virus corona, dan sekaligus penurunan terbesar sejak Perang Teluk 1991. Hal ini telah memicu spekulasi seperti apa yang dilihat banyak orang bahwa telah terjadi perang harga antara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Rusia – di mana semua bergerak berlomba untuk meningkatkan produksi beberapa juta barel per hari.

Baca Juga:  Mendagri Minta Kepala Daerah Dukung Percepatan Pembangunan di Daerah Tahun 2021

Perkembangan mutakhir, harga minyak WTI Crude US$ 23,16 per barel, Brent Crude US$ 27,79 per barel, dan OPEC US$ 30,36 per barel.

Sementara harga minyak di tanah air terkait terjerembabnya harga minyak global, Pertamina merespons menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax. Per 5 Januari, harga pertamax turun dari Rp 9.850 per liter menjadi Rp 9.200 per liter, lalu turun kembali menjadi Rp 9.000 per liter sejak 1 Februari lalu. (Alya Karen)

Loading...

Terpopuler